Brigjen Hidayat Ingin Bima Jadi Daerah Termaju di NTB

Kabupaten Bima, Kahaba.- Puluhan Tahun merantau, membuat Brigadir Jendral (Brigjen) H. Hidayat Saleh S.Ip rindu kampung halaman. Setiap kali ada kesempatan melepas rindu itu, terbesit keinginannya untuk menyusun rencana membangun tanah kelahiran, lebih baik dan sejahtera.

Brigjen H. Hidayat Saleh S.Ip bersama dengan masyarakat.

Brigjen H. Hidayat Saleh S.Ip bersama dengan masyarakat.

Beberapa kali juga pria Kelahiran Sape-Bima yang menamatkan Sekolah Menengah Atas (SMA) Tahun 1976 di Bima itu membatin, tanah kelahiran yang luas, alam yang melimpah, dan sumber daya manusia yang sudah terbilang cukup, jika disentuh dengan baik, penuh perhatian, maka akan berubah lebih baik. Semua masyarakat bisa tersenyum dan hidup berdampingan dengan damai.

Seperti didorong oleh energi positif, yang acapkali mengganggu pikirannya itu tak ingin hanya tertanam dalam-dalam dalam diri. Keberaniannya untuk memulai pun diawali dengan langkah – langkah kecil, seperti turun menemui rakyat di Kabupaten Bima. Bak gayung bersambut, pikirannya pun juga dipikirkan oleh masyarakat, kemudian meminta ia kembali pulang kampung dan menata daerah agar lebih maju dan sejahtera.

H. Hidayat, memang bukan orang baru di Kabupaten Bima. Kendati sudah lama berkarir di luar NTB, namun senyum khasnya tidak sulit untuk diingat. Pangkat sekarang yang sudah tinggi, yakni Brigjen TNI Jabatan Staf Ahli Kasad Bidang Ekonomi, tidak membuatnya lupa dengan adat tanah kelahiran yang ramah dan santun kepada semua orang.

Brigjen H. Hidayat Saleh S.Ip saat mengujungi masyarakat.

Brigjen H. Hidayat Saleh S.Ip saat mengujungi masyarakat.

Kepada Kahaba.net, pria yang memulai karir militernya di Tahun 1982 itu mengaku siap mengemban amanah rakyat Bima selama lima tahun kedepan. Niatnya itu telah dimantapkan beberapa tahun lalu, untuk ambil bagian pada Suksesi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2015. Tidak main – main, dirinya mengklaim sudah menemui masyarakat di 18 Kecamatan.

“Saya sejak awal menanamkan niat, jika sekali waktu nanti kembali ke kampung, saya ingin mewujudkan Bima yang Aman, Sejahtera, Bermartabat dan Religius. Bila perlu, saya ingin sekali mengurus Bima ini menjadi daerah yang paling maju di Provinsi NTB,” katanya.

Keinginan itu bukan tanpa alasan, menurut satu-satunya pria dari Provinsi NTB yang pernah meraih Taruna Akmil Tahun 1977 itu, Bima memiliki banyak sekali potensi, hanya saja tidak disentuh dengan maksimal. Akibatnya, potensi tersebut sekarang masih tertidur pulas, dan akan semakin terlelap jika tidak dibangunkan dengan cepat.

“Salah satu contoh kecil saja, 18 Kecamatan yang pernah saya datangi, rakyat hanya meminta air yang cukup, membangun embung, irigasi, waduk, dan Dam. Permintaan rakyat ini ada, karena tidak pernah maksimal dilakukan. Lantas bagaimana dengan potensi yang lain, yang masih sangat melimpah?, tentu juga akan terlelap dan tidak bisa memberi banyak arti bagi rakyat, jika tidak dimaksimalkan urusannya,” jelas Putra Bima pertama yang meraih pangkat Brigader Jendral dari TNI-AD tersebut penuh semangat.

Diakuinya, urusan irigasi menjadi sangat penting bagi petani. Pun pada sektor lain, juga tidak kalah pentingnya untuk dikembangkan dan ditingkatkan, guna mencapai kemakmuran masyarakat. Seperti, Kelautan, Peternakan, Pariwisata dan sejumlah sektor produksi lain.

“Yang juga sangat penting yakni meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan kesehatan, agar nanti dapat memenuhi kebutuhan pembangunan dengan mendayagunakan potensi manusia yang dimiliki daerah secara optimal,” tutur putra Almarhum H. Saleh Abdullah yang pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Bima dari Partai Golkar.

Brigjen H. Hidayat Saleh S.Ip

Brigjen H. Hidayat Saleh S.Ip

Kata pria yang juga pernah menduduki jabatan strategis di Militer seperti Dandim Polmas Sulbar, Dandim Takalar Sulsel dan Kepala Staf Korem 042 Pare-Pare itu, jika dibicarakan semua kegalauan tentang tanah kelahirannya yang sangat indah dan belum mendapat perhatian penuh oleh pemangku kebijakan tersebut, maka tak cukup waktu sedikit untuk terus diurai.

Namun dirinya meyakinkan, berkat pengalamannya berkarir di luar daerah, maka ia akan mengurus Bima dengan optimal, mewujudkan cita-cita masa depan masyarakat dengan merata dan berkeadilan. Meningkatkan kemandirian ekonomi, pemberdayaan ekonomi rakyat dan penanggulangan kemiskinan serta meningkatkan kelola roda pemerintahan yang baik, melalui peningkatkan kualitas birokrasi dalam memberikan pelayanan prima bagi masyarakat.

“Semoga saja, jika Allah SWT berkehendak dan rakyat memberi amanah kepada saya menjadi Bupati Bima selama lima tahun kedepan, setiap keresahan saya saat pulang kampung akan saya jawab dan mendorong dengan maksimal daerah tercinta ini menjadi daerah yang maju di Provinsi NTB,” ucap pria yang juga pernah Sekolah Pimpinan dan Manajemen Pertahanan tersebut.

Ditanya soal partai yang akan dijadikan kendaraan politik, suami dari Hj. Ir. Dahlia Abdullah Tayeb itu mengaku, sebagai putra mantan Ketua Sekber Golkar Kabupaten Bima,  dan juga mertuanya H. Abdullah Tayeb yang pernah dua kali menjadi Ketua Golkar Kabupaten Bima, maka dirinya melirik Partai berlambang Pohon Beringin itu untuk memuluskan kesungguhannya. Bahkan melalui timnya, ia mengaku sudah berkomunikasi dan mendaftar pada sejumlah Partai di Kabupaten Bima. “Dalam waktu dekat kami juga akan terus meningkatkan komunikasi dengan Partai Politik,” tandasnya.

H. Hidayat menambahkan, dirinya juga meminta restu dan doa kepada seluruh masyarakat Bima selalu tetap diberi kekuatan, agar proses suksesi Pilkada bisa mengantarnya menjadi orang pertama dari TNI menjadi Bupati Bima.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *