Angkot di Kota Bima Berkurang, Kini Tersisa 40 Unit

Kota Bima, Kahaba.- Dari tahun ke tahun, jumlah angkutan kota (angkot) di Kota Bima ternyata semakin berkurang. Menurut data Dishubkominfo Kota Bima, saat ini angkot yang beroperasi tersisa hanya sekitar 40 unit dari jumlah sekitar 200 unit.

Angkot yang menunggu penumpang di Jalan Kota Bima, Foto: Bin

Angkot yang menunggu penumpang di Jalan Kota Bima, Foto: Bin

“Penyusutan banyak sekali. Semuanya tinggal 60 unit yang beroperasi. 40 unit bermomisili di Kota Bima, sisanya 20 unit bermosili di Kabupaten Bima,” ungkap Kepala Dishubkominfo Kota Bima, H Syahrullah, SH, MH.

Menurut dia, sejumlah faktor yang mempengaruhi penyusutan angkot di Kota Bima. Diantaranya, karena disebabkan karena sudah banyak masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor. Faktor lainnya, karena menjamurnya tukang ojek sebagai pilihan jasa trasportasi umum.

“Masyarakat sudah banyak yang memilih naik ojek karena lebih cepat, tidak berdesakan dan praktis meski tarifnya jauh lebih mahal dibandingkan angkot,” ujarnya.

Selain itu sambungnya, keberadaan mobil jenis pick up kerap digunakan masyarakat untuk jasa transportasi umum. Dampaknya, pendapatan sopir angkot menjadi berkurang dan perlahan beralih ke pekerjaan lainnya. Padahal, secara aturan mobil pick up tidak boleh digunakan untuk mengangkut penumpang karena jelas melanggar.

“Kalau petugas kita melihat tetap ditindak, tetapi pasti ada saja yang bandel dan tidak mengindahkan aturan,” akunya.

Melihat perkembangan kemajuan jaman dan moda transportasi saat ini kata Syahrullah, tidak menutup kemungkinan jumlah angkot akan semakin menyusut dan bahkan menghilang. Apalagi, kalau ada jasa Taxi yang masuk ke Kota Bima, angkot akan sulit bertahan.

Namun, Ia tidak memungkiri kalangan tertentu seperti pelajar, mahasiswa dan pedagang masih membutuhkan jasa angkot. Sebab selain murah, pedang juga bisa leluasa mengangkut barang dagangan mereka.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *