Walikota Bima Buka MTQ Tingkat Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin secara resmi membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 10 tingkat Kota Bima, Senin (9/3) di Jalan Diponegoro Lapangan Asakota (depan KLK Bima).

Pembukaan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 10 tingkat Kota Bima. Foto: Hum

Pembukaan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 10 tingkat Kota Bima. Foto: Hum

Tampak hadir pada kegiatan tersebut Bupati Bima Drs. H Syafrudin, M.Pd, Ketua TP PKK Kota Bima Hj. Yani Marlina M. Qurais, Dr. Siti Maryam (Ina Ka’u Mari), Ketua DPRD Bima, Ketua MUI Bima, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Bima, FKPD Kota Bima, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Camat, Lurah serta Kepala SKPD se Kota Bima.

Qurais mengatakan, MTQ merupakan kegiatan yang telah menjadi tradisi dan melekat dalam kultur masyarakat Kota Bima. Penyelenggaraannya senantiasa memiliki daya tarik dan ruang tersendiri dalam kehidupan masyarakat, mengingat event keagamaan ini selain menjadi media dakwah dan syiar keagamaan yang efektif, juga secara nyata telah terbukti mampu menjadi daya dorong yang kuat dalam memacu percepatan pembangunan di daerah.

“Bagi kita semua, MTQ ini tentunya memiliki nilai dan makna tersendiri sebagai penyejuk dan perekat kebersamaan. Oleh karena itu, marilah kita mendoakan semoga pelaksanaannya dapat berjalan lancar dan sukses,” ujarnya melalui Siaran Persn yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Ihya Ghazali, S. Sos.

Semoga pula, harapnya, melalui MTQ dapat menjadi upaya untuk membangun manusia yang islami. Semangat ini harus ada dalam hati semua peserta. Sebab, pemahaman yang utuh terhadap nilai-nilai universal Al-Qur’an dapat memberikan kontribusi dalam membangun tatanan diri yang bermartabat.

Kepada para qori dan qori’ah Walikota berpesan agar menunjukkan kemampuan terbaik, dengan tetap mengharap barokah dan syafa’at, serta berkompetisi secara sehat dan obyektif, pererat tali silaturahmi dan ukhuwah islamiyah, sehingga tampil menjadi terbaik dari yang terbaik untuk mewakili Kota Bima di tingkat Provinsi nantinya.

“Meraih prestasi ataupun tidak pada even ini bukanlah prioritas satu-satunya. Namun, jadilah inspirasi bagi umat dalam hal menekuni dan mendalami Al Qur’an, serta selalu kumandangkanlah ayat-ayat Al Qur’an setiap saat, tidak sebatas saat mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an saja,” paparnya.

Kepada dewan hakim dan dewan juri Walikota mengharapkan melaksanakan tugas dengan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas dan keadilan.

Pembukaan MTQ ditandai dengan penekanan tombol sirine yang dilakukan oleh Walikota Bima HM Qurais H Abidin dengan disaksikan oleh Bupati Bima Drs. H Syafrudin MPd, Ketua MUI, Kapolres Bima Kota, dan Kepala Kementrian Agama Kota Bima.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Bima Ir. Muhamad Rum selaku Ketua LPTQ Kota Bima, yang juga Ketua MTQ ke 13 mengucapkan terimakasih atas kehadiran para undangan pada acara MTQ ke 10 tingkat Kota Bima. Disampaikannya bahwa Tahun 2015 ini ibarat “Tahun Percepatan Atau Akselerasi bagi Kota Bima. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan segera, dengan menjunjung prinsip efisiensi.

“Adapun Tema MTQ ke-10 ini adalah “Melalui MTQ Ke-10 Tingkat Kota Bima Tahun 2015, Kita Dukung Program Gerakan Maghrib Mengaji Dan Kota Bima Berzakat,” sebutnya.

Untuk mata lomba, yang akan dipertandingkan pada MTQ ke-10 yakni Cabang Tilawah, Tahfidz, Syahril, dan Fahmil Qur’an, serta cabang Khot Qur’an dengan rincian, Kecamatan Rasanae Timur sebanyak 22 peserta, Kecamatan Raba sebanyak 22 peserta, Kecamatan Mpunda sebanyak 22 peserta, Kecamatan Rasanae Barat sebanyak 22 peserta, dan Kecamatan Asakota sebanyak 22 peserta.

“Jumlah keseluruhan peserta yang ikut sebanyak 80 peserta perorangan dan 10 grup. MTQ ke-10 Tingkat Kota Bima akan dilaksanakan selama lima hari, mulai tanggal 9 – 13 Maret 2015,” tambahnya.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *