Seorang Guru Diteror Bom Molotov

Kabupaten Bima, Kahaba.- Rumah seorang Guru SMAN 1 Belo, Muhammad Yamin, Warga Desa Baralau Kecamatan Monta Kabupaten Bima dilempari bom rakitan (molotov) oleh pelaku yang tak dikenal, Selasa (10/3), sekitar pukul 01.50 WITA.

Ilustrasi

Ilustrasi

Yamin dan keluarga yang tengah berada di dalam rumah pun terkejut mendengar suara ledakan yang begitu keras didepan rumahnya. Penasaran, Yamin yang melihat keluar pun melihat kepulan asap. Khawatir asap tersebut beracun, pihaknya kemudian menghindar. “Ternyata tidak beracun, saat mendekat saya melihat dua botol yang dirangkai,” ujarnya.

Saat itu juga dia menduga bahwa kedua botol yang terbuat dari kaca dan satu botol plastik tersebut adalah bom rakitan (bom ikan). Peristiwa ini pun dilaporkannya ke aparat Polsek Monta yang kemudian memberi police line di sekitar TKP. “Saya sangka beracun, ternyata bom ikan,” katanya.

Yamin mengaku, sebelumnya ia mendengar suara sepeda motor melintas di sekitar rumahnya. Menyusul kemudian suara ledakan yang begitu keras. Saking kerasnya, suara ledakan tersebut bisa didengar hingga radius 1 kilometer. Namun dari dua botol yang ada, hanya satu yang meledak. “Ledakannya keras dua kali,” tuturnya.

Ia heran diteror bom oleh orang tak dikenal, padahal selama ini tidak pernah memiliki musuh. Setiap harinya dia hanya pergi mengajar dan pulang sekitar pukul 14.00 WITA, setelah itu kemudian dilanjutkan dengan aktifitas ke sawah. Usai dari sawah, baru berkumpul bersama keluarga.

Dua benda tersebut akhirnya diamankan oleh Tim Gegana dan dibawa ke Mako Brimob Detasemen Bima untuk diselidiki.

Wakapolres Bima, Kompol A. Wakhid PU yang juga turun ke TKP menyebutkan pihaknya mendapat laporan mengenai pelemparan ini malam itu juga. Laporan masyarakat tersebut dilayangkan ke Polsek Monta. Dalam laporannya disebutkan adanya benda diduga bom yang dilempar ke rumah warga.

“Laporannya itu menyatakan ada kedakan, tapi kini sudah ditindaklanjuti oleh tim penjinak bom dan sudah dievakuasi. Situasi sudah aman,” terangnya.

Disebutkannya, belum diketahui terkait motif pelemparan bom dimaksud. Hanya saja, pihaknya sudah menindaklanjuti serta melakukan oleh TKP. “Sekarang kita masih melakukan penyelidikan apa latar belakang sehingga beberapa oknum melakukan hal demikian, dugaan lain juga belum ada,” pungkasnya.

Sementara itu Kanit Gegana, IPDA. Iwan S menyebutkan benda yang digunakan dalam aksi teror tersebut merupakan jenis bom molotov. Di dalamnya terdapat bubuk urea yang dicampur dengan bahan bakar premium dan dikemas menggunakan botol mineral.

Sebagai pemicu, para pelaku menggunakan sumbu api sehingga jika terbakar campuran di dalam botol tersebut bisa menghasilkan daya ledak. Hanya saja, dalam peristiwa tersebut sebenarnya tidak terjadi ledakan karena rangkaian bom ini tak sempurna.

Yang terbakar hanya pada detonator yang terbuat dari antena televisi dan dirangkai dengan bahan belerang dan korek api. Jika meledak, jenis daya ledak yang dihasilkan pun merupakan low eksplosive. “Tapi ini jenis low eksplosif,” terang Iwan.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *