Polisi Usir Wartawan Saat Hendak Meliput

Kota Bima, Kahaba.- Prilaku tidak menyenangkan harus menimpa Dua orang wartawan Bima, Irawan (33) Kotributor MNC TV Group dan Hasim (33) dari Koran Bima Ekspress. Mereka berdua diusir Anggota Polres Bima Kabupaten di depan gerbang, saat hendak masuk melaksanakan tugas jurnalistiknya, Sabtu (14/3).

Ilustrasi

Ilustrasi

Padahal kehadiran dua orang wartawan tersebut diundang oleh Kapolres setempat untuk mengekspos Senjata Api (Senpi) rakitan dan pelaku pembuat senpi yang telah diamankan.

“Kami keberatan dengan sikap anggota Polisi di gerbang itu. Padahal sudah dijelaskan jika kedatangan kami diundang oleh atasan mereka,” tegasnya.

Menurut dia, sikap yang mempermalukan profesinya itu lantaran dilarang masuk menggunakan kendaraan roda dua bersama rekannya, Hasim. Padahal, sudah menjadi rutinitas mereka mendatangi Mapolres Kabupaten itu masuk dengan sepeda motor dan menyimpan di parkiran halaman dalam.

“Mereka tidak ngerti, padahal kami ini diundang. Oknum polisi itu tetap saja ngotot mencegat kami berdua untuk tidak masuk,” katanya.

Kata pria yang juga Koordinator Ikatan Journalis Televisi Indonesia Cabang Bima itu, oknum Polisi berbaju seragam itu meminta mereka pulang jika motor tidak disimpan diluar kantor. “Mau ekspose mau apa terserah, pulang saja kalian,” ucapnya meniru perkataan Polisi tersebut.

Ia menyayangkan tindakan Polisi yang seolah tidak paham dan menghalang – halangi tugas jurnalis. Kepada Kapolres Bima Kabupaten pun diminta untuk menindak tegas oknum Polisi itu.

Sementara Kapolres Bima Kabupaten AKBP. IGPG. Ekawana Prasta SIK saat itu menghubungi langsung mereka melalui telepon pribadi dan menyampaikan permohonan maaf seraya membujuk untuk kembali masuk.

“Iyaa masuk saja, sudah saya beritahu anggota yang bertugas di pos gerbang. Sudah ditunggu sama teman wartawan lainnya yang sudah masuk,” ajaknya.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *