Sembilan Terdakwa Bentrok Tanjung-Dara Disidang

Kota Bima, Kahaba.- Sembilan terdakwa bentrok Kelurahan Tanjung – Dara Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima mulai disidang di Pengadilan Negeri (PN) Raba Bima, Rabu (11/3). Sembilan terdakwa yang didampingi Penasehat Hukum (PH) sesuai penetapan Pengadilan itu dibagi dalam tiga berkas perkara, karena memiliki peran berbeda.

Humas PN Raba Bima, Fatchur Rochman, SH. Foto: Teta

Humas PN Raba Bima, Fatchur Rochman, SH. Foto: Teta

Humas PN Raba Bima, Fatchur Rochman, SH menyebutkan mereka adalah, Imam Syafrudin, Dedi Romansyah, Dodi Arianto, Mate, Agus, Ruslin, Merdeka Yadi, Tobing dan Gaus.

“Berkas dan Sembilan terdakwa kami terima beberapa waktu lalu. Namun mereka disidang secara terpisah, karena berkas dalam bentuk terpisah, sesuai dengan peran saat bentrok terjadi. Ada yang berperan sebagai provokator, juga melawan aparat penegak hukum,” ungkapnya, Senin (16/3).

Kata dia, enam dari sembilan terdakwa telah menjalani sidang, Rabu (11/3) lalu. Saat itu para terdakwa hadir dan didampingi oleh penasehat hukum (PH). Rencanannya persidangan akan dilanjutkan pada Rabu pekan ini dengan agenda pemeriksaan saksi. “Sisanya mulai disidangkan Senin ini dengan agenda pembacaan dakwaan,” katanya.

Sementara itu, sambungnya, karena kasus ini menarik perhatian masyarakat, Pengadilan mengeluarkan penetapan, jika para terdakwa didampingi oleh PH secara sukarela. Sebagai PH, pihaknya menunjuk Syaiful Islam Cs dan Kantor LBH Bendera.

Sementara itu, Syaiful Islam SH yang ditemui membenarkan jika pihaknya ditetapkan sebagai pendamping para terdakwa. Untuk selanjutnya, dalam memberikan pembelaan terhadap terdakwa, pihaknya akan melihat perkembangan fakta persidangan untuk dijadikan sebagai bahan pembelaan.

“Kami tidak ada persiapan, tapi kami akan melihat perkembangan fakta persidangan karena itulah yang menjadi bahan kami untuk membela mereka,” ujarnya singkat.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *