Babinsa Terima Penyerahan Senjata Revolver dari Warga Dara

Kota Bima, Kahaba.- Upaya pihak TNI melalui Babinsa dan tokoh masyarakat di Kelurahan Dara untuk menghimbau warga menyerahkan senjata api (senpi) rakitan membuahkan hasil.

Koptu Chaerul, Babinsa Dara saat menerima penyerahan senjata FN dari warga. Foto: Erde

Koptu Chaerul, Babinsa Dara saat menerima penyerahan senjata FN dari warga. Foto: Erde

Senin (16/3) pagi sekitar pukul 11.30 Wita, satu pucuk senpi rakitan jenis Revolver diserahkan kepada aparat penegak hukum. Proses penyerahan dilakukan melalui perangkat RT 04 RW 02, kemudian kepada Kelurahan dan selanjutnya kepada Babinsa setempat.

“Ini hasil sosialisasi kita kemarin dan tadi malam. Alhamdulillah masyarakat secara sukarela menyerahkannya. Setelah kami terima, senpi rakitan ini akan kami serahkan lagi ke kesatuan,” jelas Babinsa Kelurahan Dara, Koptu Chaerul kepada wartawan, Senin siang.

Diakuinya, proses penyerahan di kantor Kelurahan Dara disaksikan sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda. Selain senpi jenis Revolver, pihaknya juga menerima penyerahan satu pucuk senpi rakitan dan panah berikut busur pada Minggu (15/3) malam. Penyerahan itu dilakukan usai turun menyampaikan himbauan kepada masyarakat di semua RW di Kelurahan Dara.

“Kami bersama Lurah dan Tokoh Masyarakat di Dara merasa berterima kasih kepada warga karena punya kesadaran tinggi merespon himbauan yang disampaikan. Sehingga secara sukarela dan inisiatif sendiri menyerahkan senpi,” ujarnya.

Dirinya optimis masyarakat lainnya akan ikut menyerahkan senpi bila masih menyimpan. Demi tujuan untuk menjaga agar Kota Bima tetap aman dan terhindar dari konflik antar kampung maupun kejahatan lainnya.

Karenanya, sesuai instruksi dari Pangdam IX Udayana dan Dandim 1608 Bima, upaya pendekatan persuasif akan terus dilakukan kepada masyarakat.

“Keamanan Kota Bima ini adalah tanggungjawab kita bersama. Mari kita menjaganya mulai dari lingkungan kita masing-masing. Salah satu caranya tidak menyimpan senpi atau senjata berbahaya di rumah. Kalau masih ada, serahkan kepada penegak hukum atau Ketua RT dan Lurah,” himbaunya.
*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *