Wahyudin Plt Ketua Golkar Kabupaten Bima

Kabupten Bima, Kahaba.- Wahyudin S.Ag secara resmi mendapatkan SK penunjukan dirinya menjadi Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bima. Bersama enam orang pengurus lainnya yang juga ditunjukan menjadi Plt, mantan Anggota Dewan itu membawa pulang SK dari DPD I Partai Golkar Provinsi NTB, Kubu Agung Laksono.

Wahyudin S.Ag (Kiri) menunjukan SK penunjukan dirinya menjadi Plt Ketua DPD II Partai  Golkar Kabupaten Bima. Foto: Bin

Wahyudin S.Ag (Kiri) menunjukan SK penunjukan dirinya menjadi Plt Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bima. Foto: Bin

Saat menggelar konferensi pers di ruang tunggu Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Selasa (17/3) Wahyudin yang bersama enam Plt pengurus dan sejumlah Pengurus Kecamatan (PK) mengatakan, Golkar Kubu Agung Laksono merupakan yang legal dan diakui oleh Pemerintah. “Ini bukan Golkar yang abal abal. Kami diakui oleh Pemerintah,” tegasnya.

Kata dia, pihaknya telah dikukuhkan dan dilegalkan untuk menjadi pengurus DPD II Golkar Kabupaten Bima dan ditunjuk untuk menjalankan agenda partai yang ada di Daerah.

“Pengukuhan ini untuk seluruh DPD II di Provinsi NTB, tidak saja di Kabupaten Bima. Ini menjadi tolak ukur jika telah ada perubahan secara totalitas,” ujarnya.

Pengurus Golkar Kubu Agung Laksono hingga di daerah, diakuinya, juga mengukuhkan pengurus Golkar yang lama. Seperti di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Tengah. “Jadi tidak saja pengurus baru yang dikukuhkan,” jelasnya.

Menurut Wahyudin, kepada seluruh DPD II telah diberi kewenangan untuk melakukan konsolidasi hingga ke tingkat PK dan menyelenggarakan Musda DPD II Golkar, termasuk di Kabupaten Bima, hingga 15 April 2015 mendatang. Setelah itu, dilanjutkan ke Musda tingkat Provinsi dan diteruskan ke tingkat Nasional, pada bulan Agustus Tahun 2015 nanti.

“Jadi, kami diperintahkan untuk melaksanakan tugas tugas tekhnis. Hadirnya SK ini juga sekaligus mencabut kepengurusan SK yang lama. Karena kami yang lebih berwenang, bukan di kubu sebelah sana,” sindirnya.

Ia menambahkan, kehadiran pengurus baru tersebut membawa semangat rekonsiliasi. Mengajak kembali pengurus dan bergandengan tangan membesarkan partai Golkar hingga ke daerah, agar cita cita partai terlaksana dengan baik.

“Jika nanti saat konsolidasi ada pengurus yang tidak ingin ikut bersama dengan kami. Maka kami berhak menunjukan Plt untuk bertugas menjalankan agenda partai. Dan ini sikap partai, bukan sikap kami,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *