Bahas Degradasi Akhlak, BEM STIT Gelar Seminar

Kota Bima, Kahaba.- Belakangan ini berbagai persoalan moral dan kejahatan kian meningkat di Bima. Mulai dari kasus kriminal, narkoba, perkelahian, miras hingga tindak asusila seakan menjadi hal biasa yang konsumsi masyarakat.

Suasana Seminar yang digelar BEM STIT Sunan Giri Bima. Foto: Erde

Suasana Seminar yang digelar BEM STIT Sunan Giri Bima. Foto: Erde

Mirisnya lagi, generasi muda menjadi obyek paling dominan terlibat dalam pusaran degradasi akhlak tersebut. Hal itu membuat Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima prihatin.

Sebagai wujud tanggungjawab moral dan sosial terhadap daerah tercinta, BEM setempat menggelar seminar pendidikan di aula kampus setempat kemarin.

Ketua BEM STIT Sunan Giri Bima, Superwadin mengatakan, tujuan digelarnya seminar adalah untuk mengupas akar permasalahan dan solusi berbagai persoalan yang terjadi di Bima. Seminar juga mengetengahkan tinjauan Islam sebagai pedoman hidup manusia untuk diikuti. Selain itu, menawarkan pendekatan sosial-budaya Bima yang banyak terkandung ajaran Islam.

“Kita cukup miris melihat kondisi daerah kita akhir-akhir ini. Berbagai persoalan melibatkan generasi muda sangat memprihatinkan. Misalnya, ada remaja yang terlibat perkelahian, ada mahasiswa terjerat narkoba, miras, perjudian hingga saling membunuh. Tentu, sebagai mahasiswa kami punya tanggungjawab terhadap daerah ini. Minimal sumbangsih pemikiran,” tuturnya.

Karena itu lanjutnya, agar seminar itu lebih mengenai sasaran, perwakilan pelajar dan mahasiswa di Kota dan Kabupaten Bima dilibatkan sebagai peserta. Sementara narasumber menghadirkan tokoh Akademisi Bima, Doktor Ruslin, M Aminullah, M.Pd dan Syukri Abubakar, M.Ag. Tema yang diangkat dalam seminar yakni Eksistensi Nilai Islami dalam Membangun Kebudayaan, Upaya Meretas Dinamika Kekinian.

Sementara itu Ketua STIT Sunan Giri Bima melalui Puket I, Amiruddin, MT mengpresiasi inisiatif BEM setempat dalam menggagas kegiatan positif tersebut. Dia berharap, akar persoalan sekaligus solusi dari berbagai persoalan yang terjadi di Bima dapat diuraikan dan dikupas dengan tuntas dalam seminar.

“Mudahan-mudahan kita mampu belajar kembali dari nilai luhur budaya dan tradisi kita sebagai masyarakat Bima,” harapnya.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *