Meteran Air Disegel, Pelanggan PDAM Geram

Kota Bima, Kahaba.- Cerita keluhan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bima seolah tak pernah usai. Pelayanan yang dinilai tidak profesional membuat puluhan pelanggan di Lingkungan Kampung Sumbawa Kelurahan Tanjung Kota Bima meradang.

T6RIxEBz9OBagaimana tidak, PDAM Bima baru – baru ini menyegel meteran air milik warga di Kelurahan setempat, tanpa menegur dan sosialisasi terlebih dahulu.

Salah seorang warga, LM. Tudiansyah mempertanyakan sikap petugas PDAM yang dinilai sewenang-wenang menyegel meteran air. Dampaknya, tentu buruk bagi warga. Karena tidak menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari – hari. “Ini tiba-tiba saja petugas datang dan menyegel meteran air,” kesalnya, Selasa (31/3).

Kata dia, penyegel itu buntut dari sebagian warga yang tidak membayar tagihan. Tapi, warga juga tidak ingin membayar jika setahun terakhir PDAM tidak memenuhi kewajibannya mendistribusikan air.

“Bagaimana warga mau bayar jika air yang didistribusikan selalu macet dan PDAM tidak memenuhi kewajiban,” sorotnya.

Ditempat terpisah, Direktur PDAM Bima H. Abdullah yang ditemui pekerja media mengaku, langkah pihaknya tersebut sudah sesuai aturan, karena di Lingkungan itu banyak pelanggan yang bandel dalam urusan pembayaran tagihan. “Kalau memang masih seperti itu, kami segel meteran airnya,” tegasnya.

Soal pemberitahuan dan sosialisasi, sambungnya, dalam surat bukti pembayaran tertera sosialisasi dan dijelaskan kesepakatan antara PDAM dan Pelanggan. “Dalam kertas itu juga bagian dari sosialisasi. Jadi, agar air tidak pakai cuma-cuma, kami ambil langkah tegas,” ucapnya.

Abdullah menjelaskan, debet air PDAM masih kurang untuk kebutuhan pelanggan sebanyak sebelas ribu. Akibatnya, masalah tekhnis kerapkali hadir. Kemudian kebutuhan air untuk pelanggan di Kota Bima, menggunakan air di Nungga dan Lelamase. Sementara di Kabupaten Bima, menggunakan sumber air Parado dan Pompa di setiap Kecamatan.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *