Hadiah Amplop Kosong Dibalik Arena MTQ Sambinae

Kota Bima, Kahaba.- Arena Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kelurahan Sambinae digegerkan dengan pemberian amplop kosong. Ketiga juara mata lomba kaligrafi saat menerima hadiah disuguhi amplop kosong oleh panitia. Padahal, ada 10 orang peserta perwakilan tiap RT yang ada di Sambinae.

Illustrasi

Kejadian pembagian hadiah yang berlangsung, Rabu Malam, 9 Mei 2012. Peristiwa ini mengundang reaksi protes dari orang tua peserta. Sofyan menanyakan perihal amplop kosong ini kepada panitia seusai penerimaan hadiah di arena MTQ. Ia tak mendapat jawaban yang memuaskan, karena panitia hanya menjawab seala kadarnya.

Kondisi ini tentu berdampak pada psikologi peserta yang masih seusia pelajar itu. Salah satu orang tua pun menyumbangkan uang pribadinya untuk diberikan hadiah kepada anaknya yang memenangkan mata lomba kaligrafi.

“Bunyamin, salah satu orang tua pemenang lomba kaligrafi menyerahkan uang pribadinya senilai Rp 1,4 juta untuk diberikan kepada anaknya, agar anaknya tidak kecewa lantaran tak diapresiasi oleh panitia itu,” ujar Sofyan, kepada Kahaba, Kamis, 10 Mei 2012.

Tak urung kedua orang tua peserta yang memprotes perihal tersebut. Karang Taurna ‘Garuda’ Kelurahan Sambinae pun angkat bicara. Ismail, Ketua Karang Taruna menjelaskan, bahwa pembagian amplop kosong saat pemberian hadiah kepada pemenang mata lomba kaligrafi adalah tindakan konyol. Karena, dari laporan panitia semua mata lomba yang ada pesertanya menjadi mata lomba yang sah. Apalagi dana MTQ senilai Rp 44.900.000, mana mungkin bisa diberikan amplop kosong kepada pemenang?

Tindakan panitia dinilai konyol oleh Ismail. Dan Ia pun akan mengkawal proses pengauditan anggaran MTQ itu. Hal lain yang terasa aneh bagi Ismail, dengan pengadaan arena MTQ senilai Rp 25 juta yang bersumber dari Pemerintah Kota Bima. Belum lagi sumbangan yang terkesan memaksa dari panitia kepada masyarakat. PNS di minta Rp 150 hingga 250 ribu, pensiunan Rp 50 ribu sedangkan masyarakat masing-masing Rp 10 ribu, hingga totalnya mencapai Rp 44.900.000.

“Mana mungkin anggaran sebesar itu bisa menghadiahi pemenang dengan amplop kosong, tindakan panitia sangat mengecewakan,” tuding Ismail.

Amirudin, Ketua Panitia MTQ Kelurahan Sambina/Foto: Buser

Ketua Panitia MTQ,  Amirudin yang ditemui Kahaba, Kamis, 10 Mei 2012 menjawab, masalah amplop kosong adalah masalah miskomunikasi. Awalnya kami akan menyerahkan hadiah sebesar Rp 700 ribu kepada para pemenang mata lomba kaligrafi. Karena dari Tim Musabaqah mencoret mata item lomba tersebut, akhirnya sebagai simbolis kami memberikan amplop kosong.

“Itu semua hanyalah masalah miskomunikasi, nanti akan kami kordinasikan dengan Tim Musabaqah dan hadiah para pememang lomba kaligrafi akan kami berikan,” janji Amiruddin.

Ia menambahkan, bahwa segala penggunaan anggaran selama MTQ berlangsung sudah sesuai dengan perencanaan panitia dan target kegiatan. Untuk pengadaan arena senilai Rp 25 juta, untuk hadiah Rp 10 juta dan sebesar Rp 5 juta akan dikembalikan ke kas kelurahan untuk pembinaan. Dan sisanya digunakan dalam anggran tak terduga. Sedangkan dalam dana sumbangan pada masyarakat, tidak benar jika panitia melakukan pemaksaan.

“Semua anggaran sudah jelas peruntukkannya dan bendahara yang sangat mengerti akan hal tersebut,” pungkas Amirudin kepada Kahaba di kantor UPTD Dinas Dikpora Kecamatan Mpunda. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. nahuasek

    klo memang ujungnya di coret,, knapa dari awal, lomba kaligrafi diadakan?? misskomunikasi yang brsumber dari kebodohan dan ketidakcakapan dari tim musabaqah itu sendiri…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *