Komunitas Kampung Media Gelar Temu kreatif

Kota Bima, Kahaba.- Komunitas Kampung Media Bima, Rabu (22/4) menggelar temu kreatif di Museum ASI Bima. Kegiatan membahas perkembangan Kampung Media menjadi Kampung Media Mandiri itu dihadiri Kepala Kampung Media NTB, A Fairuz Abadi, SH dan Penulis Bima Usman D Gangga.

Komunitas Kampung Media saat menggelar kegiatan Temu kreatif. Foto: Bin

Komunitas Kampung Media saat menggelar kegiatan Temu kreatif. Foto: Bin

Koordinator Komunitas Kampung Media Bima, Alan Malingi dalam sambutannya mengatakan, temu kreatif dilaksanakan guna mengevaluasi perkembangan Kampung Media selama satu tahun terakhir, agar dinilai oleh Kampung Media Provinsi NTB. Dengan harapan, setahun berkarya bisa mendorong terwujudnya Kampung Media menuju Kampung Media Mandiri.

“Penilaian selama setahun ini oleh Kampung Media Provinsi NTB akan diber hadiah. Selain itu juga akan diadakan sejumlah kegiatan lain dengan tujuan pengembangan komunitas,” ujarnya.

Kata dia, kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 25 peserta, dari berbagai kampung media. Juga dihadiri Penulis Bima Usman D Gangga. Dengan harapan, kehadiran penulis itu bisa menambah khasanah penulisan budaya dan sastra pada Kampung Media.

“Kegiatan ini nantu juga ada sesi diskusi. Membahas dan mengevaluasi peran Kampung Media dalam memberikan kontribusi positif untuk daerah dan masyarakatnya,” tambah Alan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kampung Media Provinsi NTB, A. Fairuz Abadi, SH menjelaskan, perkembangan Kampung Media melalui sosial media sudah semakin dahsyat. Tapi kedahsyatan itu tidak boleh dibiarkan begitu saja, harus tetap dikontrol dan sesuai dengan etika.

“Keberadaan Kampung Media banyak memberi manfaat. Tulisan – tulisan di Kampung Media juga banyak memberi inspirasi bagi orang banyak,” katanya.

*Bin/Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *