Tahap Pertama Bantuan PKH, Cair

Kota Bima, Kahaba.- Bantuan tahap pertama Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Bima sebesar Rp 580.472.500 cair. Bantuan dari Kementrian Sosial (Kemensos) RI itu disalurkan ke 1.928 Keluarga Sangat Miskin (KSM). Bantuan diterima di Kantor Pos Indonesia (Posindo) Cabang Bima, Kamis (23/4).

Penerima bantaun PKH saat menerima pencairan di Kantor Pos Cabang Bima. Foto: Bin

Penerima bantaun PKH saat menerima pencairan di Kantor Pos Cabang Bima. Foto: Bin

”Bantuan PKH tahap pertama terjadwal selama tiga dengan nilai sebesar Rp 580.472.500,” ujar Ketua Unit Pelaksana Program Keluarga Harapan (UPPKH), Muhammad Jafar, S.Sos.

Ia menyebutkan, untuk hari pertama penyaluran untuk KSM Kecamatan Mpunda dan Asakota. Kemudian pada hari kedua (Jumat, 24/4) untuk Kecamatan Rasanae Timur dan Raba dan pada hari ketiga (Sabtu, 25/4) pembayaran komunitas untuk Lingkungan Ndano Na’e Kelurahan Ntobo dan Lingkungan Kabanta Kelurahan Nungga.

“Bantuan Komunitas dimaksudkan, juru bayar yakni petugas Pos dan pendamping mendatangi lingkungan setempat untuk memberikan bantuan,” sebutnya.

Kabid Rehbansos Dinsosnakertrans Kota Bima, Muhammad Jafar menyebutkan rincian penyaluran bantuan tahap pertama. Untuk Kecamatan Rasanae Timur sebanyak 528 KSM dengan total bantuan sebesar Rp 151.322.500, Kecamatan Raba sebanyak 583 KSM dengan total bantuan sebesar Rp. 175.067.500.

Kemudian Kecamatan Mpunda sebanyak 216 KSM dengan total bantuan sebesar Rp 69.312.500, Asakota sebanyak 601 KSM dengan total bantuan sebesar Rp 184.770.000. “Jadi, total keseluruhan bantuan yang disalurkan ke peserta PKH pada penyaluran bantuan Tahap pertama adalah sebesar Rp 580.472.500,” sebutnya.

Sementar itu, Kepala Dinsosnakertrans Kota Bima, Drs. H. Muhidin MM menjelaskan tujuan umum PKH adalah untuk mengurangi angka kemiskinan, sekaligus memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, serta merubah perilaku KSM yang relative kurang mendukung peningkatan kesejahteraan.

“Dengan bantuan ini, bisa meningkatkan status sosial ekonomi KSM. Meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi ibu hamil, ibu nifas, anak balita dan anak usia 5-7 tahun yang belum masuk sekolah dasar dari KSM,” jelasnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *