GP Ansor Peringati Harlah ke-81

Kabupaten Bima, Kahaba.- Acara peringatan Haril Lahir (Harlah) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bima ke-81, di Aula Kampus STIT Sunan Giri Bima Sabtu malam, meriah. Acara Dihadiri Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bima, Dandim 1608 Bima, Kapolres Bima Kota, GP Ansor Kota Bima, KNPI Kota Bima, PMII Bima, Ikatan Alumni STIT, FKGMNU Pulau Sumbawa dan sejumlah tokoh NU Bima.

Acara peringatan Harlah Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bima ke-81, di Aula Kampus STIT Sunan Giri Bima. Foto: Erde

Acara peringatan Harlah Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bima ke-81, di Aula Kampus STIT Sunan Giri Bima. Foto: Erde

Dalam sambutannya, Sekretaris GP Ansor Kabupaten Bima, Adiman Husain, SPdI mengatakan, peringatan Harlah tahun ini sangat istimewa. Bukan karena usianya yang tak lagi muda, tapi lantaran Harlah digelar perdana di Bima dan dihadiri banyak tokoh maupun sesepuh Nadhlatul Ulama (NU).

“Ini menjadi semangat baru bagi generasi muda NU, karena mendapat sambutan hangat dari para tokoh untuk terus menebarkan kebaikan,” ujarnya.

Diakuinya, semangat keluarga Nahdliyin memahami Ahlu Sunnah Wal Jama’ah sebagai Manhaj Al Fikr menjadi pondasi yang selalu meneguhkan khidmat GP Ansor untuk Negara dan Bangsa. Sebuah kerangka pemahaman Islam Rahmatan Lil Aalamin yang diwariskan Rasulullah dan terus diyakini hingga saat ini bagi pemeluk agama Islam.

“GP Ansor sebagai generasi penerus Nadhliyin wajib menjaga dan melestarikan Ahlu Sunnah Wal Jama’ah, sebagai pondasi dakwah ditengah masyarakat sehingga bisa menaungi semua kelompok,” tuturnya.

Sebab kata Adiman, hanya landasan Ahlu Sunnah Wal Jama’ah yang terbukti selalu mengawal keutuhan NKRI, sejak awal berdiri dan menerima setiap perbedaan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. Karena itu, wajar bila diacara puncak Harlah ke-81 ini, mengangkat tema meneguhkan khidmat GP Ansor sebagai pembela bangsa penegak agama.

“Saya sebagai kader Nahdliyin, baru pada malam hari ini melihat keakraban dan kebersamaan dari sejumlah Badan Otonom (banom) NU. Kalau ini terus kita pertahankan dan tingkatkan, saya yakin NU akan besar dan menjadi organisasi yang kuat bagi kemaslahatan masyarakat,” tuturnya.

Lanjutnya, STIT dipilih sebagai tempat memperingati Harlah GP Ansor karena punya landasan ideologi yang sama dengan NU. Walaupun pada kenyataannya, STIT bukan kampus milik NU, tetapi tidak dipungkiri STIT mengajarkan pemahaman NU dan orang-orang di dalamnya adalah keluarga besar NU.

“Kampus ini juga merupakan satu-satunya kampus di Bima yang mengajarkan mata kuliah Aswaja,” akunya.

Dirinya yakin, bila kekuatan generasi muda NU hari ini dikelola dengan baik oleh para orang tua, maka bukan tidak mungkin apa yang menjadi keinginan bersama akan mampu diraih.

“Termasuk suksesi Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Bima yang sebentar lagi digelar bukan mustahil mampu diraih bila keluarga besar NU bisa menjaga kebersamaan,” ujar Adiman yang juga Ketua Ikatan Alumni STIT ini.

Sementara itu, Pengurus PCNU Kabupaten Bima, Drs H Muslih, mengapresiasi semangat GP Ansor sebagai banom NU untuk mengadakan Harlah. Menurutnya, pada usia ke-81, GP Ansor telah mengawal perjalanan bangsa bersama NU menjaga NKRI dan menjadi penegak agama.

Meski usia tak lagi, GP Ansor akan tetaplah menjadi kumpulan generasi muda yang punya semangat besar membangun negeri. “Ini menjadi contoh yang baik, betapa bangsa dan negara ini membutuhkan semangat seperti GP Ansor untuk menebarkan kebaikan,” tandasnya.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *