Pelatih Senam Teriaki Mahasiswa “Jambret”

Kota Bima, Kahaba.- Tragedi menimpa Hairuninsa (27), pelatih senam di Pengadilan Agama Bima. Ceritanya, ketika mengendarai sepeda motornya di depan Markas Brimob Kelurahan Sambinae Kota Bima hendak menuju Bandara Sultan Salahudin Bima, Ia digoda seorang mahasiswa. Dari pengakuannya, sempat mahasiswa itu memegang bagian tubuh di sekitar dadanya.

Ilustrasi

Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 08.30 Wita, Jum’at, 11 Mei 2012. Hairunnisa dihadapan Kahaba mengaku, saat mengendarai sepeda motor, dirinya digoda seorang mahasiswa. Mendapat perlakuan yang tidak senonoh itu, Ia langsung mengejar pelaku dan di sepanjang jalan meneriaki pelaku dengan panggilan jambret.

Tindakan Hairunisa yang mengendarai sepeda motornya sambil berteriak, mengundang tontonan dan solidaritas pengejaran dari pengguna jalan lainnya. Akhirnya, pengejaran ketika sampai di wilayah Panda, pelaku membalikkan arah sepeda motornya dan mengalami kecelakaan di sekitar Pasar Raya Bima, tepatnya di depan bekas Gedung Teater Surabaya.

Hariman (23) tahun adalah pelaku yang diduga melakukan tindakan tidak senonoh itu. Hampir saja pelaku di hakimi masa, namun seketika itu polisi mengamankan pelaku di Polsek Rasanae Barat.

Kepada Kahaba, Hariman, yang juga mahasiswa di STKIP Taman Siswa menjelaskan, bahwa dugaan Hairunnisa terhadap dirinya itu tidak benar. Awalnya, Dia hendak mengurus judul skripsi di kampusnya di Talabiu. Namun, karena diteriaki maling oleh Hairunnisa, dia kepanikan dan membalikkan arah motornya pas di wilayah Panda. Nasib naas pun diterima Hariman. Dia mengalami kecelakaan bersama motor berjenis Mio yang dikendarainya.

“Pas saya melewati jembatan padolo setelah terminal Bima, saya menabrak motor lain dan hampir saja dihakimi masa,” ungkapnya.

AKP. Nurdin, Kapolsek Rasanae Barat, masih menyelidiki keterlibatan pelaku.

“Kami masih menyelidiki keterlibatan Mahasiswa asal Dompu itu, apa benar sebagai pelaku jambret atau tidak,” ungkap Nurdin di kantornya, Jum’at, 11 Mei 2012. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. mbojobima

    kali aja tu pelatih senam yang mbuat lagi mahasiswanya jadi konak…bajunya terlalu ketat mungkin…
    ingat kata bang napi “kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tetapi juga karena adanya kesempatan, waspadalah WASPADALAH”..hhheee

    • Itulah, wanita sekarang sudah ga ada harganya lagi… tubuhnya dipamer seperti pakaian cakar saja. coba, kalau seperti itu… siapa saja bisa pegang dan melihatnya, simpanyanya sembarangan lagi….
      ini pelajaran juga buat siwe-siwe mbojo yang katanya bermoral dan beragama. kenapa tubuh itu terus-terusan dipamer dan diobral? apa mereka ga tau ya… kalau semakin orang liat semakin tak ada nilainya. kan asyik.. bila bikin penesaran..! dan ada waktunya nanti dan pada siapa kita perlihatkan. tapi kalau sudah dilihat duluan mana seru..!!
      wati ntauna fiki kombini…? hehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *