Sabu-Sabu tak Bertuan, Sipir Rutan Diminta Tes Urine

Kota Bima, Kahaba.- Hingga kini polisi belum bisa menguak siapa sebenarnya pemilik 20 poket Sabu-sabu yang ditemukan dalam Rutan Bima. Apakah milik Napi atau petugas Rutan Bima, jawabannya masih abu – abu. (Baca. Sabu-Sabu 20 Poket Ditemukan di Rutan Bima)

Anggota DPRD Kota Bima, M. Irfan S.Sos MSi. Foto: Bin

Anggota DPRD Kota Bima, M. Irfan S.Sos MSi. Foto: Bin

Penemuan barang yang diharamkan itu praktis membuat Wakil Rakyat Kota Bima bersuara. Polisi bahkan diminta, selain telah memeriksa urine 10 orang Napi, petugas Rutan pun diminta untuk di tes urine. (Baca. Kuak Kasus 20 Poket Sabu, 13 Saksi Diperiksa)

“Kasus ini belum terungkap. Saran saya, untuk mengidentifikasi masalah ini, bukan saja dari Napi, tapi juga harus ke Rutan Bima. Tes urine seluruh pegawai Rutan itu,” saran M. Irfan S.Sos, MSi, Anggota DPRD Kota Bima, Selasa (28/4).

Menurut dia, dipikir dengan akal sehat, Narkotika bisa masuk dengan jumlah banyak dalam Rutan Bima, tentu tidak hanya keterlibatan Napi, tapi juga keterlibatan pegawai Rutan Bima. (Baca. 10 Napi Dites Urine, Dua Napi Positif)

“Nah, untuk mengetahui keterlibatan itu, benar atau tidak, agar tidak saling curiga, caranya hanya satu, tes urine pegawai Rutannya,” tegas Duta PKB itu.

Kata Irfan, ada skenario yang dimainkan berbagai pihak soal penemuan Sabu – sabu tersebut. Keberadaannya di dalam Hotel Prodeo, bukan karena semata – mata soal kelonggaran penjagaan, tapi memang ada indikasi rekayasa atas kepentingan Pegawai Rutan dengan Napi.

“Semua orang mengetahui penjagaan di dalam Rutan. Pengunjung saja, nasi yang dibawa saja turut diperiksa. Nah, ko dengan mudah narkoba masuk dan ditemukan di dalam Rutan Bima,” sorotnya.

Untuk itu, dirinya meminta keseriusan dari aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus tersebut. “Masalah ini tidak boleh dibiarkan dan kembali terjadi,” imbuhnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. tidak usah banyak bicara Dewan yang terhomat…. tes dulu secara terbuka DEWAN secara terbuka.. klo mau berantas narkoba mulai dari diri sendiri baru oarang lain….. semua pada tau kok anda bebas dari narkoba tapi klo anda berani tunjukan klo di DPR juga bebas dari narkoba… kita semua pada paham klo di DPR juga eks narkoba juga ada… buktikan dulu DPR baru bicara te urine…. sukur bebas jadi bisa contoh masyarakat… ini pengawai rutan tes urine… DPR yang terhormat kapan mau tes urine…. kami tunggu sebagai masyarakat klo anda berani

  2. bersaura seh boleh aja mas…. suruh orang tes urine… dpr kota sendiri kapan mau tes urine udah pada tau mas…. dpr juga pernah eks narkoba coba buktikan klo di dpr bebas narkoba baru tes urine pengawai LP… aduhhh mas…. dari diri sendiri baru teman dekat baru orang yang jauh klo mau cerah… ini siapa tau di DPR masih banyak kan belum kita tes tunjukin dulu DPR bebas narkoba baru ke lembaga lain…. biarkan polisi yg urus mas…. urus jalan yg rusak aja di dpn lancar jaya anda blm bisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *