Desa Ranggasolo Andalkan ODF

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tim Juri Lomba Desa Tingkat Kabupaten Bima, Senin, (27/4) juga melakukan penilaian di Desa Ranggasolo Kecamatan Wera. Setelah sebelumnya menilai Desa Kole Kecamatan Ambalawi.

Tim Juri Lomba Desa menilai Desa Ranggasolo Kecamatan Wera. Foto: Hum

Tim Juri Lomba Desa menilai Desa Ranggasolo Kecamatan Wera. Foto: Hum

Pada penilaian Lomba Desa yang dirangkai dengan penilaian pelaksana terbaik program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2KKSS) dan Posyandu, Tim juri yang berjumlah 14 orang disambut hangat oleh Camat Ambalawi, Muspika Kecamatan Wera, KUPTD se-Kecamatan Wera, Kepala Desa Ranggasolo dan warga di halaman kantor Desa.

Camat Wera Drs. Isyrah melalui keterangan pers yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, M. Chandra Kusuma, AP menjelaskan, Desa Ranggasolo merupakan pemekaran dari Desa Hidirasa, Tahun 2011 lalu.

“Sebagai Desa pemekaran Ranggasolo tidak mempunyai batas wilayah sehingga Desa Ranggasolo tidak mendapatkan pajak dari hasil pertanian. Tetapi sebagian besar warga Ranggasolo bermata pencaharian sebagai petani,” ujarnya.

Meskipun tengah disibukkan dengan urusan pertanian, diakui Isyrah warga Ranggasolo sangat antusias menyambut lomba Desa tersebut. Dengan budaya gotong royong, warga menata lingkungan, memperbaiki rabat sehingga Desa Ranggasolo menjadi layak dinilai dan patut diperhitungkan.

Tidak hanya partisipasi warga, Desa Ranggasolo juga mengandalkan berbagai bidang lainnya, seperti bidang pendidikan jumlah penduduk buta huruf mengalami penurunan tiga orang, pada tahun 2014 dari tahun 2013 sebanyak enam orang.

Pada bidang kesehatan, kepemilikian jamban keluarga pada tahun 2013 sebanyak 253 KK, meningkat menjadi 257 KK pada tahun 2014 yang didukung oleh program Sanitarian dan telah ODF.

Pada bidang ekonomi, sambungnya, jumlah keluarga pra sejahtera tahun 2013 sebanyak 244 KK, pada tahun 2014 menjadi 56 KK, jumlah keluarga sejahtera (1) tahun 2013 sebanyak 4 KK, meningkat pada tahun 2014 sebanyak 159 KK.

Jumlah keluarga sejahtera (2) tahun 2013 sebanyak 5 KK meningkat menjadi 229 pada tahun 2014. Keluarga seejahtera (3) pada tahun 2013 sebanyak 0 KK menjadi 37 KK pada tahun 2014. “Pada bidang keamanan dan ketertiban mulai tahun 2013 hingga sekarang aman dan kondusif,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua tim juri lomba desa Abdul Wahab, SH, M.Si mengatakan penilaian lomba Desa sebagai upaya memberdayakan masyarakat melalui penguatan kelembagaan, peningkatan motivasi, partisipasi dan swadaya gotong royong masyarakat perlu dilakukan perlombaan Desa, P2WKSS dan Posyandu secara terarah, terkoordinasi, terpadu dan berkelanjutan.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *