Amplop Kosong Hadiah MTQ, Panitia Akhirnya Minta Maaf

Kota Bima, Kahaba.- Amplop kosong telah Panitia berikan kepada ketiga pemenang mata lomba Kaligrafi saat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Kelurahan Sambinae (Baca: Amplop Kosong). Pemberian itu sangat disesali pihak panitia. Awalnya semua adalah masalah miskomunikasi, tak ada niatan untuk memberikan amplop kosong pada mereka. Demikianlah penuturan Ketua Panitia, Amiruddin, yang didampingi Sekretaris dan Anggota Panitia di Kantor Kelurahan Sambinae, Jum’at sore, 11 Mei 2012.

Ilustrasi peserta saat mengikuti lomba Kaligrafi/Foto: tibunnews.com

Amirudin menjelaskan, awalnya semua hadiah sudah dipenuhi berdasarkan kategori lomba yang ada. Karena ada pencocokan data di ujung pembacaan pemenang, maka ada beberapa mata lomba yang dihapus lantaran tak ada peserta.

“Di saat penghapusan itulah,Kkami khilaf ikut mencoret mata lomba kaligrafi padahal saat pembacaan pemenang, para peserta sudah naik ke atas mimbar. Ketika pemenang hendak diberikan hadiah, Kami pun inisiatif untuk memberikan amplop kosong agar mereka tak kecewa, dan sebelumnya sudah menjelaskan kepada peserta bahwa besok pagi baru diberikan hadiahnya,” jelas Amiruddin

Senada dengan Amirudin, Sekretaris Panitia, Farid, meminta maaf dan menyesali kekeliruan atas pemberian amplop kosong kepada pemenang mata lomba kaligrafi. Ia menjelaskan, memang pemberian amplop kosong itu inisiatif panitia. Karena ketika mencocokkan data dengan Tim Musabaqah ada beberapa mata lomba yang dihapus karena tak ada peserta.

“Kami kira awalnya di mata lomba kaligrafi pun tak ada peserta. Tapi, ternyata ada sekitar sepuluh orang. Semua Persoalan itu adalah kesalahan Kami. Dan Kami pun  telah memberi pemahaman terhadap orang tua mereka hingga akhirnya semua pihak dapat memakluminya,” ujar Farid.

Dia menambahkan, bahwa hadiah saat pemberian kepada para pemenang yakni sebesar Rp 10.500.000. Uang itu sudah kami berikan kepada seluruh pemenang dengan jumlah yang variatif disesuaikan dengan mata lomba dan usia peserta. Sedangkan adanya rumor pemaksaan terhadap sumbangan masyarakat Sambinae, Ia tak memungkirinya. Namun, dalam kenyataannya sumbangan itu tak juga sesuai dengan target yang telah disepakati Panitia dan Pihak Kelurahan.

“Kami memang mematok harga untuk sumbangan. Untuk PNS yang awalnya disepakati Rp 150-250 ribu akhirnya ada juga yang memberikan Rp 50 ribu. Sedangkan masyarakat yang awalnya masing-masiang Rp 10 ribu, kenyataannya hanya terkisar Rp 2 sampai 5 ribu saja,” pungkas Farid.

Menanggapi kerancuan yang terjadi di arena MTQ di wilayah kerja kelurahannya, Kepala Kelurahan Sambinae, Imam Ardi Susanto, S. STP pun menanggapi dingin perihal itu. Bagi Imam, masalah hadiah amplop kosong adalah persoalan miskomunikasi. Saat ini, semua sudah dibicarakan dengan orang tua peserta dan para pihak dapat memakluminya.

“Semua sudah terkendali. Tak ada persoalan lagi, masalah hadiah hanyalah miskomunikasi,” ujar Imam, di Kantornya, Jum’at, 11 Mei 2012 kepada Kahaba. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *