Tuntas Urus 18 PAC dan Struktur, Wahyudin Siapkan Musda Golkar

Kabupaten Bima, Kahaba.- Plt. Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bima Versi Agung Laksono, Wahyudin S.Ag memastikan kerja – kerja konsolidasi berupa pembentukan 18 PAC sudah tuntas. Bahkan penyusunan struktur sudah selesai. Bulan ini, dipastikan Musda DPD II Partai Golkar Kabupaten Bima akan digelar.

Plt. Ketua DPD II Golkar Kabupaten Bima Wahyudin S. Ag. Foto: Bin

Plt. Ketua DPD II Golkar Kabupaten Bima Wahyudin S. Ag. Foto: Bin

“Dan Insya Allah tugas saya juga tidak saja mengurus dan melaksanakan Musda, tapi juga ikut terlibat untuk mengurus Pilkada Kabupaten Bima,” ujarnya saat ditemui saat menghadiri kegiatan Lounching Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima Tahun 2015, di Lapangan Desa Panda, Sabtu (2/5).

Bahkan, kata dia, dalam waktu dekat Plt. Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Bima akan mulai menentukan siapa ketua panitia untuk segera melaksanakan, dan membuka pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati Bima.

Menjawab soal dinamika partai, Wahyudin mengaku bukan saatnya kini mengklaim kubu mana yang legal. Karena berdasarkan perintah UU Nomor 2 Tahun 2011, Mahkamah Parati Golkar telah membuat keputusan dan menunjuk Agung Laksono. Kemudian legalitas kedua, legalitas Formal Yuridis yang diakui oleh pemerintah. “Dua legalitas itu bersifat final dan mengikat,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika dinamika yang terjadi di Daerah Kabupaten Bima, menyoal dua kubu Golkar yang mendaftar di KPU untuk Bakal Calon Kepala Daerah, menurut ia itu sah-sah. Tapi, dirinya berkeyakinan, jika kubu Agung Laksono lah yang akan memimpin bendera kuning itu.

“Jika dua kubu mendaftar, itu menjadi urusan KPU. Tapi jika dilihat di Pusat, akan kembali ke Golkar mana yang mendapat legalitas yuridis dari pemerintah,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *