Kesra Pemkot Bima Gelar Sosialisasi Rencana Aksi P4GN

Kota Bima, Kahaba.- Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Bima menggelar kegiatan Sosialisasi rencana aksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kabupaten/Kota Se-NTB, Kamis (21/05), di Aula Kantor Walikota Bima.

Kantor Pemkot Bima. Foto: Bin

Kantor Pemkot Bima. Foto: Bin

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Bima HA Rahman H Abidin SE dan diikuti sebanyak 40 orang dari dinas atau instansi terkait yang ada di lingkup Kabupaten/Kota Bima.

Diantaranya Dinas Kesehatan, Bappeda, Rumah Sakit/Puskesmas, Kepolisian, Kodim 1608 Bima, STKIP, SMA 2 Kota Bima, SMPN 1 Kota Bima, Disdukcapil, Dinas Dikpora, Kemenag, Disbudpar, Dinsosnakertrans, BPPKB, BPMPK, TP PKK, Kejaksaan dan Dishubkominfo.

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Ihya Ghazali, S.Sos melalui siaran persnya mengatakan, Panitia Kegiatan Ibu Leilya Isnaini, S.Km, MM (Kasubag Biro Kesehatan Provinsi NTB) menyatakan, penyelenggaraan acara itu merupakan tindak lanjut dari sosialisasi rencana aksi tahun 2014 lalu dalam rangka memperkuat rencana aksi pencegahan narkoba lintas sektor.

Sebagaimana diketahui bahwa Presiden RI Joko Widodo menyatakan bahwa Tahun 2015 ini adalah tahun Darurat Narkoba. Menurutnya, untuk memperoleh solusi dan pencegahan yang terbaik perlu dilakukan sinergi dan koordinasi dari seluruh pihak. Harapannya dengan kegiatan ini tersusun rencana aksi pencegahan dari peredaran narkoba di Indonesia lebih khususnya di NTB.

Sementar aitu, Wakil Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE menyampaikaan, narkoba dan minuman keras (miras) merupakan bahaya nasional, maka jelas masalah tersebut perlu diwaspadai. Karena kejahatan narkoba dan miras dapat memicu peningkatan tingkat kriminal, seperti pencucian uang, perampokan, perkelahian, bahkan pembunuhan. Lebih dari itu pula saat ini Indonesia tidak hanya darurat masalah narkoba namun juga praktek prostitusi yang makin marak berkembang.

“Narkoba musuh kita semua, kita harus bersatu padu untuk melawan dan memberantasnya, semua pihak harus terlibat mencegahnya,” ucapnya penuh semangat.

Diapresiasinya pula kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan, ia juga meminta agar semua lini dan SKPD harus terlibat mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba. Selain itu, diharapkannya pada Bagian Kesra agar mengkoordinasikan dengan Asisten agar memfasilitasi dibentuknya BNN.

“Jika kita tidak mengantisipasi secara dini tentang narkoba, maka 5-10 tahun mendatang negara akan hancur dan masa depan generasi kita terancam”, ungkap orang Nomor dua di Kota Bima ini.

Ditekankannya kepada pihak sekolah agar memiliki rencana aksi untuk mencegah dan memberantas peredaran narkoba di kalangan anak sekolah. Begitu pula dengan berbagai elemen lainnya. Baginya, saat ini seluruh elemen masyarakat perlu ditingkatkan kewaspadaannya.

Keluarga sebagai lingkup masyarakat terkecil harus dapat membentengi keluarga dan lingkungannya agar mempunyai ketahanan terhadap masalah penyalahgunaan narkoba. Pada lingkup lebih luas, perlu adanya lingkungan yang rukun dan saling mengenal untuk menghindari masuknya aktivitas peredaran gelap narkoba dan miras.

“Penanggulangan masalah penyalah-gunaan dan peredaran narkoba serta miras perlu didukung oleh semua pihak, pemerintah, aparat, serta masyarakat harus terlibat dalam penanganan masalah yang merupakan bahaya nasional ini,” harapnya mengakhir sambutan.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *