Dua Pleton Brimob Bima Serang Polres

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan anggota Brimob Bima, Jumat (29/5) menyerang kantor Sat Lantas dan Mapolres Bima Kota. Akibat penyerangan tersebut, tujuh anggota Polisi terluka. (Baca. Diserang Brimob, Tujuh Polisi Terluka)

Kaca Kantor Sat Lantas Polres Bima Kota Pecah. Foto: Teta

Kaca Kantor Sat Lantas Polres Bima Kota Pecah. Foto: Teta

Sekitar pukul 08.00 Wita dua pleton anggota Brimob mendatangi kantor Sat Lantas Polres Bima Kota di Gunung Dua. Tanpa basa basi, Brimob dengan beringas menyerang dan merusak fasilitas kantor Kasat Lantas dan ruangan sekitarnya.

Sementara anggota Sat Lantas, lari berhamburan ke arah barat kantor Sat Narkoba. Sejumlah motor hasil tilang yang diparkir juga menjadi sasaran amukan Brimob. Sedangkan anggota Sat Rekrim yang berada di sebelah kantor pun tidak bisa berbuat banyak.

Setelah itu, anggota Brimob meluncur ke Kantor Polres Bima Kota di Raba. Sesampai di Polres, kemudian menyerang anggota Dalmas dan memecahkan kaca Paruga Toi. Serta merusak enam unit Motor Patroli.

Anggota Polres pun lebih memilih untuk menyelamatkan diri, karena puluhan Brimob masing-masing memegang Sangkur.

Kabag Ops. Polres Bima Kota, Kompol. Moendra WDW mengaku kejadian tersebut buntut dari kejadian Razia Patuh Gatarin kemarin.

“Saat penyerangan, saya berada dalam ruangan, saya kaget dan semua berhamburan,” ujarnya dan mengaku masalah tersebut akan dilapor ke atasan untuk ditindaklanjuti.
*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Gimana ini Pak Kapolri, semestinya mereka saling dukung utk sukseskan setiap operasi yg dilakukan Polri. Tmn2 Brimob semestinya mnjd contoh yg baik dlm penegakan aturan lalu lintas, krn gmnpun tmn2 jg bagian dr Polri.

  2. Nauvan

    Kenapa media hanya memberitakan tetang penyerangan brimobnya? Apa awal mula masalah yg sebenarnya terjadi pun tidak di beritakan, hanya menyorot masalah brimob saja,

  3. Abdulgani

    Ini sebagai bentuk ketidakpatuhan aparat hukum kepada hukum,…persoalan di tilang atau razia sepanjang oknum ybs melengkapi diri dengan dokumen dokumen dan kelangkapan berkendaraan maka tilang itu bisa di hindari,..atau bisa datang secara internal ke Satlantas.negeri ini bermasyarakat kan manusia bar bar.

  4. rohani

    biasa ajalah kejadian spt itu,,,ini kan indonesia raya,,,,mereka liat contoh kejadian2 lucu di jkt,,,sesama anggota dpr jg berantem,,,,padahal sesama bis kota aja dilarang saling mendahului…..xi….xi….aneh yang sdh biasa,,,,lucu jg seeeeeeh…..

  5. namaku

    Saatnya anggota Polisi dipersenjatai Pentungan saja biar nggak so beringas. O iya pak Kapolri, mungkin harus dirubah sistem rekruitmen angpol. Harus lebih ketat lagi memperhitungkan attitude, kehidupan sosial calon anggota polri, jangan yg penting ada duit langsung jadi. Karena inilah akibatx.

  6. Peace

    Bego tu brimob. Dasar ga ngerti hukum. Otak jongkok… Memalukan
    Om gw aja prnh kena tilang sm polisi.. Dia pangkatnya diatas kapolres, beliau santai2 aja tuh… Ngikutin alur.. Akhirnya setelah polisi lantas nya tahu klo om gw itu komandan, dia hormat. Om gw ga marah2.. Krn beliau tau hukum dan menghargai petugas yg sedang bertugas.
    Lah ini dasar pangkat dah rendah, brani ngelawan. Bego!!! Memalukan institusi!! Pecat!! Emosi ga jelas, jd jelas kliatan goblok nya

  7. Ardin

    Namax jg Polisi (baik brimob maupun polantas) dasarx dari uang… sesuatu jabatan yang didapat karna dibeli ya hasilx seperti itu… Tp didak semua hx sebagaian anggota2 yang tidak punya ilmu saja…

  8. Rosyid

    Aparat dimana2 sama aja, beraninya rame-rame keroyokan… kalo emng jantan tantang 1 vs 1, gak da bedanya dengan suporter sepakbola, parah…… banci aja berani duel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *