Sebelum Polres Terbakar, Warga Dengar Ledakan

Kota Bima, Kahaba.- Sejumlah warga di lokasi kejadian mengaku mendengar ledakan keras sebelum Mapolres Bima Kota terbakar. Ledakan itu terdengar hingga ratusan meter dari lokasi. Bahkan, ledakan disertai dengan getaran karena kerasnya. Namun, warga tak mengetahui pasti sumber suara ledakan tersebut. (Baca. Kantor Polres Bima Kota Terbakar)

Warga menonton kebakaran kantor Polres Bima Kota. Foto: Bin

Warga menonton kebakaran kantor Polres Bima Kota. Foto: Bin

Ada yang menduga, itu suara ledakan mesin Air Conditioner (AC) dan ada juga yang menduga itu suara bersumber dari bahan peledak. Sebab di titik awal munculnya api berdekatan dengan gudang penyimpanan senjata. (Baca. Kantor Polres Terbakar, Water Canon Dikerahkan, Tahanan Dievakuasi)

“Suara ledakan itu sangat keras sampai kita merasakan getarannya dan lari keluar rumah,” kata salah satu warga di lokasi kejadian, Sabtu (30/5) siang.

Setelah suara ledakan, warga tiba-tiba melihat api membumbung dari salah satu atap ruangan di Mapolres. Api begitu cepat membesar karena angin bertiup cukup kencang. Beberapa saat kemudian terlihat kepanikan sejumlah anggota Polres mengevakuasi mobil yang diparkir dan menyelamatkan barang-barang penting dari dalam ruangan agar tidak terbakar.

“Saya juga mendengar suara ledakan itu saat sedang kerja di gedung Pasar Raba. Mungkin itu suara ledakan mesin AC,” kata warga lainnya menduga.

Selain dugaan itu, spekulasi lain berkembang mengenai penyebab kebakaran. Salah satunya menduga sengaja dibakar pihak tertentu. Hal itu dikaitkan dengan kasus penyerangan Mapolres yang terjadi sehari sebelumnya. (Baca. Dua Pleton Brimob Bima Serang Polres)

Sementara itu, setelah hampir dua jam api dipadamkan, lokasi kebakaran dipasang garis polisi (police line) untuk keperluan penyelidikan. (Baca. Kantor Polres Terbakar, Tak Ada Kaitan Dengan Penyerangan Brimob)

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *