Rajun, Berjuang Melawan Tumor Ganas

Kabupaten Bima, Kahaba.- Dua bulan terakhir, Rajun warga Dusun Tanjung Mas, Desa Wila Maci Kecamatan Monta hanya bisa berbaring. Tumor Ganas yang diidap membuatnya tak bisa banyak bergerak. Dua bulan lalu, Tumor di perut kirinya tumbuh dan kini semakin membesar.

Rajun terbaring lemah dan berjuang melawan tumor ganas.

Rajun terbaring lemah dan berjuang melawan tumor ganas.

Menurut kerabat Rajun, Suriansyah, remaja 16 Tahun yang masih duduk di bangku SMA itu awalnya merasakan sakit dibagian perut, setelah bermain voli di sekolahnya. Setelah di urut ke orang pintar, bukannya sembuh, malah muncul benjolan diperut kiri.

“Awalnya dikira bisul, kemudian dibawa ke Puskesmas Monta, dan dirawat. Namun tidak ada tanda-tanda kesembuhan,” ujarnya, Sabtu (30/5).

Karena benjolan itu bertambah besar dan sakit, Rajun disarankan untuk dibawa ke RSUD Bima. Tetap saja, nasib baik belum berpihak untuk atlet Bola Voli itu.

“Tidak ada perkembangan dan hasil diagnosa dokter, Rajun mengidap Tumor Ganas dan disarankan untuk di operasi ke Mataram,” tuturnya.

Berharap sembuh, Rajun yang bapaknya telah meninggal dunia itu pun mencoba berbagai upaya. Karena hidup miskin, permohonan bantuan berobat pun diantar ke Pemerintah. “Kita sudah beberapa kali ke Dinas Sosial, tapi tidak ada bantuan,” katanya.

Karena derita yang semakin parah, lanjutnya, Ibu Rajun pun memutuskan untuk berangkat ke RSU Mataram. Tanpa biaya banyak dan hanya mengandalkan kartu Jamkesmas.

“Kita sudah coba urus BPJS untuk Rajun, tapi prosesnya butuh waktu lama. Terpaksa, berangkat dengan kartu Jamkesmas dan biaya seadanya,” terang Suriansyah dan menambahkan, kini putra kedua Ismail (Almarmhum) dan Halisa itu sudah dirawat di RSU Mataram. Namun belum ada tindakan untuk segera dioperasi.

Sementara itu, Ahmad, Sepupu Rajun yang mendampingi di RSU Mataram saat dihubungi Kahaba via Celuller mengatakan, kondisi saudaranya itu semakin memperihatinkan. Susah tidur dan makan karena sakit yang semakin parah.

“Masih pemeriksaan saja. Kata dokter memang Tumor Ganas, tapi belum bisa di operasi, karena harus mencari akar ganas yang berada di dalam tubuh Rajun,” ucapnya.

Padahal, pihak keluarga ingin agar secepatnya di operasi. Khawatirnya akar tersebut menyerang saraf lain dan berakibat buruk. “Tapi semoga saja tidak terjadi apa-apa dan Rajun bisa bertahan dan kembali hidup normal,” harapnya.

Ditanya soal biaya, Ahmad berharap Pemerintah Kabupaten Bima bisa membantu meringankan beban biaya selama hidup Rajun dan orang tua di RSU Mataram. (Baca. KSM STISIP dan B3 Galang Dana untuk Rajun)

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *