54 Orang Panwascam Bima Dilantik

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sebanyak 54 orang Panitia Pengawas Pemilukada Kabupaten Bima tingkat Kecamatan (Panwascam) disumpah dan dilantik di Aula SMKN 3 Kota Bima, Sabtu (6/6). Panwascam yang tersebar masing-masing sebanyak tiga orang di 18 Kecamatan itu juga diminta untuk bekerja sungguh – sungguh sesuai aturan.

Anggota Panwascam Kabupaten Bima saat diambil sumpah dan dilantik. Foto: Bin

Anggota Panwascam Kabupaten Bima saat diambil sumpah dan dilantik. Foto: Bin

Ketua Panwaslu Kabupaten Bima, Abdullah, SH saat memberikan sambutan usai pelantikan mengatakan, pelantikan tersebut merupakan salah satu proses pelaksanaan tahapan Pemilukada Kabupaten Bima, sesuai Peraturan Perundangan Undangan.

“Untuk itu saya mengucapkan selamat, semoga semangat hari ini akan mampu dilaksanakan pada lapangan nanti,” ujarnya.

Kata pria yang biasa disapa Ebit itu, tanggungjawab Pengawas tahun ini lebih berat dari sebelumnya. Itu disebabkan karena adanya pergeseran aturan baru. “Ini menjadi tantangan yang paling utama. Untuk itu saya berharap, Panwascam tetap konsisten dan istiqomah terhadap apa yang berlaku sekarang,” katanya.

Harapan lain yang juga disampaikannya, Panwascam juga mampu mengimplementasikan kerja – kerja seorang Pengawas di lapangan dengan maksimal dan mampu mewujudkan jati diri sebagai seorang pengawas yang baik.

Ketua Panwaslu Kabupaten Bima Abdullah, SH. Foto: Bin

Ketua Panwaslu Kabupaten Bima Abdullah, SH. Foto: Bin

“Pengawasan dilakukan bukan saja untuk peserta Pemilukada, dan rakyat, tapi juga penyelenggara sendiri. Untuk itu saya meminta agar tetap menjaga kebesaran nama Panwas, karena yang melekat dari kita, independensi, integritas,” tuturnya dan menegaskan, untuk tidak sekali – kali bermain mata dan menyalahgunakan kewenangan, karena akan membuat citra buruk bagi lembaga.

Komisioner Bawaslu Provinsi NTB, Ir. Syamsuddin juga turut menyampaikan selamat atas pelantikan anggota Panwascam Kabupaten Bima. “Semoga ini yang terbaik, demi berhasilnya proses Pemilukada Kabupaten Bima,” harapnya.

Menurut dia, Pemilukada merupakan wujud pelaksanaan demokrasi di tingkat daerah, dan prosesnya harus berkualitas. “Penyelenggara juga harus Profesional, Independen, Kapabilitas, dan Akuntabilitas, harus berpegang teguh pada atruan dan tidak menggadikan diri. Kalau itu dilakukan DKPP ada di depan mata,” tegasnya.

Syamsuddin juga berpesan, agar Panwascam menguasai aturan, baik dari KPU maupun Bawaslu. Jika tidak membaca aturan, jangan harap bisa melaksanakan tugas dengan baik.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Bima Drs. H. Taufik, HAK, MSi yang juga turut hadir, dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan Pemilukada bisa berjalan dengan damai dan demokratis, tanpa dicederai, sangat ditentukan oleh penyelenggara.

“Panitia harus mampu menguasai aturan, agar menjaga kredibilitas selama mengawasi Pemilukada. Pengawas juga harus menjaga netralitas, jangan berpihak kepada salah satu calon,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *