PNS Berpolitik, Dewan Minta Panwaslu Bertindak Tegas

Kabupaten bima, Kahaba.- Tidak bisa dipungkiri, keterlibatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam politik praktis saat Pemilukada, tetap ada. Hanya saja tidak terpantau semua dan maksimal. Contoh kecil saja, fasilitas pemerintah seperti Mobil Dinas, banyak berganti plat nomor dan sering digunakan untuk konsolidasi salah satu pasangan calon.

Illustrasi

Illustrasi

Untuk itu, anggota DPRD Kabupaten Bima mendesak penyelenggara Pemilukada, terutama Panwaslu ketat mengawasi para PNS terlibat politik praktis saat pemilukada. Jika ditemukan, maka diberikan sanksi tegas.

“Banyak PNS yang terlibat dalam politik praktis, hanya saja tidak terpantau seluruhnya. Jelang Pemulikada seperti ini, aktifitas PNS dalam politik praktis sudah banyak yang kelihatan,” ungkap Syaifullah, Anggota DPRD Kabupaten Bima, Senin (8/6).

Menurut dia, PNS berpolitik praktis tentu berdampak dan merugikan. Tidak saja PNS nya, tetapi rakyat dan sistem organisasi Pemerintahan juag turut dirugikan. Seperti berpengaruh pada kinerja, jika PNS sibuk berpolitik, tentu tidak lagi fokus pada pekerjaan, tetapi malah memikirkan yang bukan kewajibannya.

Kemudian, terjadi politisasi dalam biroraksi, terjadi pengelompokan antara PNS dan kepentingan kelompok tertentu yang tidak bisa dihindari. ”Makanya kenapa PNS itu dilarang berpolitik, karena dampak- dampak itu,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya meminta Panwaslu yang akan bekerja dengan aturan, agar bisa menggunakan kewenangannya dalam melakukan pengawasan dengan ketat. Menindak dengan tegas dan memberikan sanksi yang memiliki efek jera. “Jangan pandang bulu, tindak tegas dan semua harus mendapatkan perlakuan yang sama,” tambahnya.

*Abu

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *