Mahasiswi Cantik Tewas Gantung Diri

Kota Bima, Kahaba.- Sri Rahayu (22) warga RT. 06 RW. 03 Lingkungan Muhajirin Kelurahan Panggi, harus mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Diduga, Sri gantung diri karena patah hati.

Ilustrasi

Ilustrasi

Mahasiswi berparas cantik yang masih menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi swasta di Bima itu ditemukan sudah tidak bernyawa di Dapur Rumahnya sekitar pukul 19.30 Wita, Jumat (12/6).

Belum diketahui pasti apa motifnya. Namun sebelum Sri bunuh diri, ada beberapa SMS yang masuk ke HPnya. SMS tersebut dari pacarnya Sri.

“Saya belum tahu dan lihat isi SMS itu, tapi kata Yanti kakak kandung korban, SMS dari pacar korban ada di HP korban,” ungkap Sepupu Korban, Maman di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Jum’at (12/6) malam.

Korban menurut Maman, ditemukan oleh Kakaknya, Yanti. Kaget melihat Sri dalam keadaan menggantung dengan kain, Yanti berteriak histeris hingga didengar oleh pacarnya Yanti yang tengah duduk diruang tamu.

Malam itu juga, Anggota Polres Bima Kota yang mendengar informasi meluncur dan melakukan olah TKP, serta mengamankan barang bukti berupa HP milik korban yang diduga berisi SMS pacar korban.

Hingga berita ini diturunkan, Pihak polisi belum ada yang berhasi dimintai keterangan.
*Bin/Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. tampan

    Mohon di klarifikasi lagi berita nya biar kesannya tidak jadi fitnah.
    Kami selaku keluarga dekat berharap agar berita2 yg terbit tidak mengada-ada. terima kasih

  2. cantik

    Sangat disayangkan tulisan dalam postingan ini sangat menyudutkan.. polisi saja sebagai pihak berwenang belum menyatakan apa yang menjadi penyebab meninggalnya mahasiswi cantik ini.. tulisan “harus mengakhiri hidupnya dengan gantung diri”,, tolong itu diperbaiki, kata2 itu secara tidak langsung menyakiti hati keluarga. Karena peristiwa ini masih belum diketahui penyebabnya.. jadi sebagai media anda2 ini jangan langsung menyimpulkan sendiri. Kasihan keluarga yang ditinggalkan.

  3. Penyelidikan aja blm slse. Tp wartawan sdh mendahului polisi tentang sebab kematian. Edit dulu dong sebelum tayangin berita. Profesional klo nulis. Gimana perasaan keluarga yg ditinggalkan? Polisi jg harus kerja keras sebagai pelindung masyarakat untuk mengungkap kasus ini. Ini PR bagi kapolres Bima Kota yg baru. Masyarakat akan terus mengawal kasus ini.

  4. hamba allah

    jagan terlalu menyudutkan korban bang,abang kan blum wawancara pihak berwenang,bru k2 sepupunya sja.jgan lngsung memposting berita tanpa mengetahui kejelasannnya,jelas beritanya sangat menyudutkan,kmi keluarga korban sangat kecewa dgn tulisan anda.pihak kepolisian sja smpe sekrang belum memberikan penjelasan perihal kejadiaan ini.jdi tlong di klarifikasi beritanya bang.ingat kode etik jurnalis,berita yg blum tau kejelasannya.blum bs diterbitkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *