PNS Selingkuh, Istri dan WIL Berkelahi

Kota Bima, Kahaba.- Gara – gara selingkuh, perkelahian istri seorang PNS berinisial Ardiansyah dan Wanita Idaman Lain (WIL), Selasa (16/6) sekitar pukul 10.24 Wita tak bisa dihindari. Bukannya melerai, Ardiansyah justeru melarikan diri.

Ilustrasi

Ilustrasi

Peristiwa itu terjadi di halaman timur Kantor Pemkot Bima. Saat itu, Ard PNS di Dinas Kebersihan Kota Bima tengah duduk berdua dengan selingkuhannya Yati, tiba-tiba didatangi Anita, Istri sah Ardiansyah.

Awalnya, diawali cekcok mulut. Tak berselang lama, keduanya tiba-tiba saja berkelahi. Ardiansyah yang saat itu berada di lokasi, bukannya menghentikan perkelahian tersebut, tapi malah kabur. Untung saja, ada Wartawan yang terus merelai perkelahian tersebut.

Anita, warga Kelurahan Pane yang diwawancarai mengaku, waktu dirinya sedang bekerja, dia ditelepon oleh Yati dengan menggunakan nomor Handphone milik suaminya, sembari mengejek dan memanas-manasinya.

“Karena saya di telpon oleh wanita itu dengan menggunakan nomor hp suami saya, ya saya datang,” ujarnya.

Tiba di tempat suaminya, ia melihat Yati malah sedang duduk bermesraan dengan suaminya di samping barat Kantor BP4K.

Menurutnya, perselingkuhan suaminya dengan Yati sudah lama. Yati asal Desa Parado, selalu cemburu ketika melihat foto dirinya dan Ardiansyah diposting di FB. Bahkan, Yati sering mengancam dengan pisau.

“Dia itu sudah punya suami, tapi diceraikan karena mau sama suami saya yang PNS,” sebutnya.

Karena merasa dirugikan, ia pun berencana melaporkan sikap Yati itu ke tempatnya bekerja di Panwaslu Kabupaten Bima. Tidak hanya perlakuan Yati, sikap suaminya pun akan dia laporkan ke Walikota Bima dan BKD Kota Bima.

“Bahkan, saya akan melaporkan Yati ke Polisi karena sudah mengancam saya dengan pisau,” tegasnya.

Sementara Yati, yang hendak dikonfirmasi wartawan, tidak berhasil. Karena yang bersangkutan langsung kabur setelah berkelahi.

*Bin/Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *