Lakpesdam NU Gelar Tehnik Pencegahan Konflik

Kabupaten Bima, Kahaba.- Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama (NU) memberikan kembali pembekalan dan pelatihan kepada para pemuda Kecamatan Tambora Kabupaten Bima.

Pelatihan Tambora. Foto: Erde

Pelatihan Tambora. Foto: Erde

Kegiatan bertajuk Pelatihan Tehnik Pencegahan Konflik dan Mediasi Konflik Untuk Kader Damai Lereng Tambora itu merupakan tindaklanjut dari Training of Trainer (TOT) yang digelar beberapa waktu lalu.

Pelatihan digelar selama dua hari, mulai Sabtu (14/6) hingga Minggu (14/6) lalu dipusatkan di Uma Na’e Kebun Kopi Desa Oi Bura Kecamatan Tambora Kabupaten Bima. Peserta sebanyak 15 orang berasal dari Desa Oi Bura 10 orang dan 5 orang dari desa sekitarnya. Mereka merupakan keterwakilan dari kelompok agama, kelompok etnik dan pemuda desa setempat.

Pelaksana Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Bima, Abdul Haris, S.Sos menjelaskan, pelatihan yang digelar bekerjasama dengan PNPM Peduli Fase II dan The Asia Foundation (TAF). Merupakan kelanjutan program PNPM Peduli Fase I yang diluncurkan Pemerintah Indonesia dan PP Lakpesdam NU dipercaya menjadi salah satu organisasi pelaksana program.

“PC Lakpesdam NU Kabupaten Bima menjadi salah satu cabang yang melaksanakan program tersebut dengan tema yang kita angkat yakni penguatan kapasitas kader damai di Desa Oi Bura Kecamatan Tambora dimulai pada November 2014 hingga Oktober 2015 mendatang,” jelasnya, Kamis (18/6) kemarin.

Tujuan pelaksanaan pelatihan papar Haris, yakni menciptakan kader damai di tingkat lokal (Desa Oi Bura) yang mampun mengembangkan kerja-kerja mendorong inklusifitas di tengah masyarakat, melakukan pencegahan dan mediasi konflik di wilayah dan organisasi masing-masing. Termasuk di dalamnya memahami arah advokasi untuk masyarakat minoritas agama.

Selain itu lanjutnya, menciptakan kader yang mampu menjadi agen perdamaian untuk mengkampanyekan pentingnya perdamaian di tengah masyarakat Desa Oi Bura serta memiliki kemampuan untuk melakukan pencegahan dan mediasi terhadap konflik yang laten dan manifest.

Harapan yang ingin dicapai terang Haris, dianataranya peserta dapat memahami upaya pencegahan dan mediasi konflik dan beragam trik, tips dan pendekatan yang dapat diterima dengan baik. Peserta juga dapat memahami bagaimana bekerka di wilayah rawan konflik serta memahami bagaimana menjadi mediator dan etika serta aturan yang dipatuhi.

Dalam pelatihan tersebut tambahnya, peserta dibekali dengan materi seperti tehnik pencegahan konflik yang disampaikan Syech Faturrahman, SAg, MHI, Akademisi dan Kasi Pendidikan Diniyah dan Ponpes Kementerian Agama Kabupaten Bima, materi tehnik mediasi konflik oleh Kepolisian Sektor Tambora, materi perdamaian dan toleransi oleh Damhuji, MPd, MA,.

Kemudian, Project Officer PNPM Peduli Fase II dan materi strategi kaderisasi membangun inklusi dan tehnik kampanye perdamaian oleh tim pelaksana program. “InsyaAllah kegiatan seperti ini masih akan terus berlanjut hingga Bulan Oktober 2015 mendatang,” tandasnya.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *