Mentan: Benahi Tata Niaga Bawang Merah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kunjungan kerja Menteri  Pertanian RI DR. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP Jumat (19/6) di kelompok Tani La Potu Desa Sangia Kacamatan Sape, selain diisi dengan kegiatan Panen bawang merah dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Bima, juga dimanfaatkan untuk melakukan dialog dan mendengarkan secara langsung aspirasi para petani.

Menteri Pertanian didampingi Bupati Bima saat Panen Bawang. Foto: Hum

Menteri Pertanian didampingi Bupati Bima saat Panen Bawang. Foto: Hum

Menteri Pertanian yang didampingi Bupati Bima Drs. H. Syafrudin HM Nur. M.Pd, M.M,  Kepala BULOG, Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Dr. Spudnik Sujono, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB dalam pengarahannya mengatakan, untuk menjaga Stabilitas harga bawang di pasaran,  maka hal yang harus dibenahi adalah tata niaga bawang.

Saat ini Indonesia masih melakukan impor bawang, tapi bila produksi bawang dalam negeri mencapai target, maka harga tidak akan mengalami lonjakan. “Dengan menanam 2. 000 Ha saja maka kita sudah tidak perlu melakukan impor,” jelas Menteri melalui siaran pers yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, M. Chandra Kusuma, AP.

Usai melakukan panen bawang, dilanjutkan dengan sesi dialog antara Menteri Pertanian dengan kelompok tani dan dipandu oleh Bupati Bima H. Syafrudin.  Selain, menggenjot produksi bawang dalam negeri, ke depan tata niaga bawang juga akan dibenahi. Saat ini rantai pasok mencapai tujuh titik maka ke depan akan dipotong menjadi hanya tiga titik. Rantai pasok dipotong agar tidak merugikan masyarakat.

“Kabupaten Bima sebagai lumbung bawang merupakan penyangga kebutuhan bawang Nasional. Dimana ada gejolak, bawang produksi Bima akan dikirim ke Pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya dan wilayah lainnya,” jelas Menteri.

Untuk tetap menjaga Stabilitas harga bawang, presiden RI telah menginstruksikan Menteri Pertanian dan Bulog  untuk langsung turun lapangan dan langsung membeli bawang merah dari sentra produksi di Bima dan Brebes.

Kabupaten Bima merupakan salah satu lumbung  bawang merah di Indonesia selain Brebes, Tapin, Minahasa dan beberapa daerah lainnya. Pemilihan ini mengacu  pada keunggulan komparatif suatu daerah. Menteri Pertanian menambahkan,  Bawang produksi Kabupaten Bima  memiliki keunggulan. “Coba bawang ini  anda pegang, mata langsung perih, “ katanya.

Ditanya soal gejolak harga bawang selama Bulan Ramadhan,  ia menjelaskan, dua minggu sebelum Ramadhan, telah dilakukan pemantauan harga bawang merah. Setelah ditelaah disepakati untuk mengecek produksi dalam negeri. “Selama Ramadhan stok bawang aman, tinggal diperbaiki jalur disrtibusinya,” jelasnya.

Untuk mendukung percepatan produksi bawang ini, pemerintah memberikan bantuan bibit 100 Ha. Pada kesempatan tersebut, Menteri juga menyerahkan bantuan Pengembangan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) Kepada Syafrudin Ketua Kelompok Meci Angi Desa Sangia-Sape.

Menteri juga menyerahkan Hand Tracktor kepada 11 Kelompok Tani (Poktan) yaitu Poktan Samakai dan La Rao Desa Sangia, Poktan So Lolu Awa-Parangina, Poktan So Dadi Desa Rasabou, Poktan Maju Sama Desa Kowo, Poktan Mangge Karombo Desa Naru Barat, Poktan So Rade-Poja, So Sari-Naru Timur, Poktan Tolo Moti.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *