Bupati Bima Berkantor di Desa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sebagai wujud komitmen untuk mengawal pemanfaatan dana Desa, agar tepat sasaran sesuai amanat Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014, Bupati Bima Drs. H. Syafrudin HM Nur M.Pd, MM, Senin (22/6) melalukan sosialisasi pemanfaatan dana Desa sekaligus melakukan pemantauan pemanfaatan dana tersebut.

Bupati Bima saat mengunjungi Kantor Desa. Foto: Hum

Bupati Bima saat mengunjungi Kantor Desa. Foto: Hum

Bupati Bima mengawali  safari dengan berkantor di Desa, dimulai dari Desa Tadewa dan Desa Oi Tui. Di kedua Desa itu, Bupati meninjau secara langsung pelaksanaan pemerintahan pembangunan dan kemasyarakatan, sekaligus mensosialisasikan pelaksanaan ADD  rata-rata setiap Desa mendapat alokasi lebih dari Rp 600 juta.

“Untuk itu Bupati  berpesan agar dana yang ada dimanfaatkan dengan sebaik baiknya, sesuai perencanaan dan kebutuhan yang telah disepakati,” ujar Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima M. Chandra Kusuma, AP.

Untuk mendukung pengembangan potensi komoditi bawang merah sebagai salah satu hasil pertanian andalan masyarakat kecamatan Wera, pada kesempatan yang sama Bupati Bima berjanji akan menyalurkan bibit bawang merah dan jagung secara gratis, mengingat potensi yang dimiliki oleh Desa cukup besar untuk budidaya komoditas tersebut.

Pada kunjungan ini, Bupati menyampaikan apresiasi atas kebersamaan dan dukungan masyarakat Wera menyambut sejumlah program prioritas yang digelontorkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya Bupati menyempatkan diri meninjau jembatan menuju desa Oi Tui yang bebeapa waktu lalu tergerus banjir. Setelah melakukan safari di sejumlah Desa, pada sore harinya, Bupati dan rombongan melalukan acara Buka puas bersama warga setempat.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. samsu max

    Jangan sampai dana desa dijadikan sebagai alat politik
    Tidak menutup kemungkin calon incombent memanfaatkan kesempatan untuk mengambil hati masyarakat melalui DDS tersebut bahwa seolah-olah DDS keluar atas kinerjanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *