Pemkab Bima Jalin Kerjasama Penanganan Rawan Pangan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Pemerintah Kabupaten Bima dan Universitas Gadjah Mada bersepakat untuk mendorong pengembangan kawasan Tangguh pangan di Kabupaten Bima.

MoU kerjasama kegiatan penanganan Rawan pangan. Foto: Hum

MoU kerjasama kegiatan penanganan Rawan pangan. Foto: Hum

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima M. Chandra Kusuma, AP melalui siaran persnya mengatakan, Kemitraan itu ditandai Peluncuran Kegiatan Penanganan Daerah Rawan Pangan Tahun 2015, Minggu (5/7) yang bertepatan dengan puncak peringatan Hari Jadi ke-375 Bima di Halaman Kantor Bupati Bima.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah kesepakatan yang diwakili oleh Direktur Pengembangan Daerah Rawan Pangan pada Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu Drs. Supriyadi, MSi, Bupati Bima Drs. H. Syafrudin H.M.Nur, M.Pd, M.M  dan Dosen Pembimbing Lapangan KKN PPM Kabupaten Bima 2015 lr. Ambar pertiwiningrum, M.Sc., Ph.D yang dilanjutkan dengan peluncuran launching kegiatan penanganan daerah rawan pangan tahun 2015.

Kerjasama yang akan direalisasikan yang dalam bentuk fasilitasi Penanganan Daerah Rawan Pangan berupa bantuan penyediaan bibit sumber pangan (Pertanian Peternakan dan Perikanan) secara berkelanjutan melalui pengembangan sumber bibit dan pupuk organik.

Kegiatan lainnya yang akan menjadi fokus kerjasama adalah peningkatan sarana dan prasarana produksi pangan seperti embung, jalan pertanian, Lumbung dan kandang terintegrasi serta perlengkapan/peralatan Pasca panen dan pengolahan produk pangan lokal.

Diharapkan kegiatan ini akan dapat mendorong peningkatan produksi, akses pangan dan diversifikasi olahan pangan yang memberikan nilai tambah kepada masyarakat di Kabupaten Bima.

Dalam konteks kerjasama ini,  Pemerintah Kabupaten Bima melakukan identifikasi lokasi penerima manfaat Bantuan pemberdayaan masyarakat dan pemberian hibah serta pendampingan dan penguatan kelembagaan masyarakat untuk membangun kawasan tangguh pangan.

Sedangkan Universitas Gadjah Mada memberikan dukungan kegiatan penelitian bimbingan teknis pendampingan dan monitoring evaluasi dalam pengembangan peternakan terintegrasi mendorong kemandirian pangan melalui Kuliah Kerja Nyata.

Pembelajaran pemberdayaan Masyarakat kontribusi tersebut pada saat yang bersamaan diserahterimakan 28 orang mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas di lingkungan universitas Gadjah Mada yang melaksanakan KKN PPM selama dua bulan di Kabupaten Bima.

Saat ini di Kabupaten Bima terdapat 93 desa yang mengalami kerawanan pangan dalam kategori prioritas satu, dua dan tiga disebabkan oleh kondisi iklim curah hujan minim dan pendek yang menyebabkan keterbatasan sumber daya air konektifitas dan distribusi kurang asupan gizi (gizi buruk) dan kurang tersedianya energi.

Kegiatan sinergi dan integrasi seperti kerjasama tersebut di atas sangat diperlukan untuk tercapainya sasaran pembangunan meretas kerawanan pangan yang permasalahannya bersifat kompleks.

Sehingga perlu penanganan secara bersama yang melibatkan para pihak terkait untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan penyediaan input produksi, pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan keterampilan masyarakat untuk optimalisasi pengelolaan sumber daya yang tersedia dengan dukungan Teknologi.

Secara teknis, kegiatan  dilaksanakan oleh Bappeda Kabupaten Bima dan SKPD teknis yang terkait dengan Ketahanan pangan seperti Badan Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Badan Penyuluh, Dinas Perikanan, Dinas Peternakan dan Dinas pendukung seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertambangan dan Energi.

Untuk fasilitasi kegiatan, akan dibentuk Tim koordinasi yang dipimpin oleh Bappeda dan didukung SKPD lainnya. Untuk keberlanjutan kegiatan ini pemerintah daerah akan menyusun rencana detail penanganan daerah rawan pangan di Kabupaten Bima 2015-2019.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *