Jam Kerja, Kantor Kelurahan Penaraga Kosong

Kota Bima, Kahaba.- Bulan puasa kerap kali dijadikan alasan bagi para pegawai untuk tidak disiplin dalam bekerja. Meski telah dikurangi jam kerjanya, tetap saja mereka pulang lebih awal sebelum waktunya.

Kantor Kelurahan Penaraga tanpa penghuni. Erde

Kantor Kelurahan Penaraga tanpa penghuni. Erde

Kondisi itu seperti terjadi di Kantor Lurah Penaraga Kecamatan Raba, Senin (6/7) siang. Suasana kantor terlihat sepi dan tak terlihat satupun pegawai meski baru pukul 12.40 wita.

Begitupun Lurah Penaraga, Mubin M. Nur, BA juga tak terlihat di kantor. Saat wartawan hendak menjumpai staf dan lurah untuk mengurus surat penting, pintu kantor terbuka lebar tapi tanpa seorang pun di dalam.

Warga di depan kantor hanya menginformasikan seorang staf baru pulang istrahat dan akan kembali lagi. Padahal, saat itu bukanlah waktunya istrahat. Setelah ditunggu hampir setengah jam, tak satupun staf yang kembali berkantor.

Akhirnya, wartawan memutuskan menemui Lurah di kediamannya tak jauh dari kantor. Ternyata, Lurah hanya duduk santai di rumahnya tanpa seragam dinas. Ketika disampaikan keluhan staf yang kosong, Lurah menjawab itu hal biasa saat bulan puasa. Ia meminta kembali menunggu di kantor setengah jam lagi dan memastikan stafnya akan kembali.

Namun, ditunggu hingga pukul 14.00 Wita kantor masih dalam keadaan kosong. Beberapa warga yang hendak mengurus keperluan penting juga terlihat pulang setelah mengetahui tak ada Lurah dan staf.

Lurah baru kembali ke kantor pukul 14.30 wita setelah didesak lagi ke rumahnya. Ia pun bingung melihat stafnya satupun tak ada dan segera menghubungi mereka. “Mohon dimaklumi, karena staf saya sudah pulang istrahat mengingat ini bulan puasa,” kata Mubin, Lurah Penaraga.

Lurah mengaku telah mengingatkan stafnya terkait jam kerja. Ia juga meminta kalau pulang istrahat, harus ada yang standby di kantor agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. “Karena ini bulan puasa, mohon dimaklumi,” tandas Lurah.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *