Gaji 13 Disunat, Guru Meradang

Kabupaten Bima, Kahaba.- Para guru di Kecamatan Langgudu kini meradang. Pasalnya, gaji 13 yang diterima ternyata dipotong KUPT Dikpora Kecamatan dan Ketua PGRI setempat.

Ilustrasi

Ilustrasi

Guru SDN Langgudu Ismail Makasau S.Pd yang mengaku mewakili guru lainnya mengaku, gaji 13 itu dipotong oleh KUPT Dikpora Kecamatan dan Ketua PGRI Kecamatan. “Gaji 13 dipotong rata-rata per guru sebanyak Rp 145 Ribu,” sebutnya, Jum’at (10/7) via HP.

Pemotongan itu, alasannya untuk kegiatan PGRI dan jajaran pendidikan di Kecamatan Langgudu. Padahal, menurut dia, hingga kini kegiatan PGRI tidak jelas.

“Alasan Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Langgudu kegiatan belum dilaksanakan karena masih menunggu program yang tengah disusun,” ungkapnya.

Ia menyesalkan pemotongan tersebut, karena Gaji 13 merupakan hak yang semestinya tidak dipotong. “Kami minta agar KUPT dan Ketua PGRI memberikan pernyataan penggunaan uang guru tersebut secara tertulis,” desaknya.

Menurut Usmail, jika dihitung dari jumlah guru sebanyak 600 orang itu, jumlahkan mencapai puluhan juta. “Inikan perbuatan yang melanggar hukum,” katanya.

Secara terpisah Kepala KUPT Dikpora Kecamatan Langgudu Drs. Hamdia yang dikonfirmasi membenarkan mengenai pemotongan gaji 13 itu. Tapi, uang tersebut bukan untuknya pribadi.

“Sesuai kesepakatan bersama, uang itu dikumpulkan ke PGRI. Kalau soal penggunaannya, jangan tanyakan ke saya,” elaknya.

*Bin/Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. hendra

    Dibima para pejabat hobi maling…**** u. Semoga kalian masuk neraka jahanam karena telah potong gaji guru.

    Kahana tolong usut terus kasus ini di sape dan lambu…kasusnya mirip2 tu…

  2. Muhamad Angel F

    Baru tau ya ………..?
    DIKPORA KABUPATEN dari dulu ya seperti itu, di sanalah tempat bercokolnya para mafia-mafia RP. pungli ya di situlah tempatnya mereka tidak malu dengan menyebutkan angka-angka……

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *