BSMI Bima Berbagi di Bulan Ramadan

Kota Bima, Kahaba.- Berbuat baik di bulan Ramadan, Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat ganda, sekecil apapun itu. Pun demikian yang dilakukan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Bima, karena ingin meraih pahala yang dijanjikan, Sabtu (11/7) organisasi kemanusiaan itu juga turut berbagi dengan sesama.

BSMI Kota Bima saat menyerahkan bantuan di Ponpes Imam Safi'i. Foto: Bin

BSMI Kota Bima saat menyerahkan bantuan di Ponpes Imam Safi’i. Foto: Bin

Sasaran penyerahan bantuan yang diperoleh dari berbagai pihak tersebut, diserahkan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Imam Safi’i Lingkungan Kedo Kelurahan Jatiwangi Kota Bima. Raut bahagia pengurus Ponpes menyambut kedatangan belasan anggota BSMI.

H. Arifin S.Kep, pengurus BSMI Bima mengungkapkan, pemberian bantuan tersebut berangkat dari rasa peduli antar sesama, terlebih bisa dilaksanakan pada bulan Suci Ramadan dan diberikan kepada pihak yang sangat membutuhkannya.

“Alhamdulillah, berkat bantuan dari beberapa elemen seperti Bulog Bima, Komunitas Sarangge Mbojo, kegiatan ini dapat dilaksanakan sebagaimana yang direncanakan,” ujarnya.

Pria yang sehari – hari mengabdi di RSUD Bima itu menyebutkan, bantuan yang diberikan berupa sembako, seperti Beras, Mie Instan dan Minyak Goreng, Gula Pasir, Telur, Kurma dan pakaian layak pakai.

“Meski tidak seberapa, kami berharap bantuan ini bias sangat bermanfaat untuk para Santri dan Santriwati di Ponpes Imam Safi’i,” harapnya.

Ditempat yang sama, pengurus Ponpes Ustadz Muhaimin menyampaikan rasa syukur dan ucapan terimakasi kepada BSMI Bima, yang telah menyerahkan bantuan.

“Bantuan ini akan kami sampaikan ke santri dan santriwati. Sekali lagi, kami ucapkan terimakasih,” ucapnya.

Kata dia, Ponpes Imam Safi’I terdiri dari 400 lebih orang Santri dan Santriwati. Namun hanya sekitar 200 orang Santri yang tinggal di dalamnya. “Ponpes ini didirikan sejak Tahun 2007 silam. Tapi, mulai beroperasi Tahun 2008,” tuturnya.

Muhaimin menambahkan, Santri didominasi oleh warga Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. Sementara santri yang berasal dari Kota Bima, banyak yang tidak mondok dan memilih pulang ke rumah.

*Bin/Teta/Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *