TKW Asal Bima Meninggal Dunia, Keluarga Telat Dikabari

Bima, Kahaba.- Belum tuntas kasus penembakan tiga warga Lombok tewas di Malaysia, kini kabar duka kembali menimpa masyarakat NTB. Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW), atas nama Hajrah (36), asal Desa Monta, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima diketahui meninggal dunia diduga akibat kecelakaan mobil bersama majikannya di Riyadh – Saudi Arabia. Yang lebih memilukan lagi, keluarga korban baru mendapatkan informasi meninggalnya Hajrah beberapa hari yang lalu sedangkan kejadian itu sudah berlalu satu bulan lamanya.

Ilustrasi

Hajrah diketahui secara resmi bekerja di Riyad – Saudi Arabia sejak setahun yang lalu. Menurut penuturan keluarga korban, sebelumnya, Hajrah yang meninggalkan empat orang anak berangkat dari rumahnya di Kecamatan Monta tepatnya di RT 18 RW 04 Dusun Sondo Desa Sondo menuju Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di Jakarta yang akan memberangkatkannya pada 2 Mei 2011. Selanjutnya berdasarkan informasi yang diterima pihak keluarga dari PJTKI tersebut, diketahui Hajrah diberangkatkan menuju Riyad pada tanggal 21 Juni pada tahun yang sama.

Suami korban, Syafruddin (37) mengaku mengetahui kabar terkait meninggalnya istrinya dengan tanpa sengaja setelah lama tidak tidak bisa berkomunikasi dengan Almarhumah. Syafruddin yang tidak tenang hatinya lantas mencoba mencari kontak lain yaitu rekan istrinya yang sama-sama menjadi TKW di Riyad. setelah mendapatkan nomor telepon dari keluarga sesama TKW di Riyad selanjutnya dia berkomunikasi dengan  rekan istrinya tersebut. Syarifudin sangat terpukul mendengar kabar buruk bahwa sang istri tercinta yang sedang mencari nafkah di luar negeri itu telah meninggal dunia sekitar sebulan lalu karena kecelakaan.

Guna memastikan kebenaran kabar tersebut, Syafruddin mengaku kemudian menyuruh adik ipar korban pada hari Minggu (13/5) siang untuk menghubungi Ibu Aisah, Sponsor dari PJTKI Naraya Manggahina. Aisah lantas membenarkan kalau istrinya telah meninggal akibat kecelakaan lalu lintas bersama keluarga majikannya. Dalam kecelakaan itu, sang majikan diketahui juga meninggal dunia, sedangkan sang bayi sang majikan selamat dari maut.

Lantaran lambatnya informasi kepada keluarga korban, pihak keluarga sangat menyayangkan kejadian tersebut. Suami korban juga menilai PJTKI PT. Naraya Manggahina tidak sepenuhnya memperhatikan keberadaan TKW yang dikirimnya, begitu pun dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima. Bahkan, pihaknya sempat mendatangi dan melakukan dialog dengan pihak Disnakertrans, namun instansi tersebut justru belum mendapatkan informasi terkait insiden tersebut. Lanjutnya, setelah mendengar kabar dari keluarga, Disnakertrans berjanji akan menindaklanjuti. “Kok PT dan Disnakertrans diam saja,” kesalnya.

Lebih lanjut, keluarga korban menuntut pemerintah dalam hal ini Disnakertrans Kabupaten Bima dan agen yang memberangkatkan pahlawan devisa negara itu untuk bisa memulangkan jenazah Hajrah ke Indonesia untuk dikebumikan di kampung halamannya. Selain itu keluarga mengharapkan dilakukannya penyelidikan berkaitan dengan hal ihwal kematian korban agar penyebab resmi kematian Hajrah bisa dipastikan. “Kami sangat menginginkan jenazahnya dipulangkan dan pihak PT harus bertanggung-jawab,” ujar suami korban. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *