Harga Beras Naik, Stock Beras Tetap Aman

Kota Bima, Kahaba.- Kepala Bulog Subdrive II Bima melalui Kasi Pelayan Publik Sawaludin Susanto mengaku kondisi serapan beras bulog Sub Drive II Bima hingga kini mencapai 13.727 ton, dengan hitungan setara beras. Namun meski harga di pasar melonjak, namun harga beras masih aman.

Kasi Pelayan Publik Bulog Subdrive II Bima, Sawaludin Susanto. Foto: Teta

Kasi Pelayan Publik Bulog Subdrive II Bima, Sawaludin Susanto. Foto: Teta

“Hasil deteksi sementara, kami menemukan kendala dalam penyerapan beras. Dimana kondisi pasar penyerapan harga mulai tinggi. Namun penyerapan harga yang tinggi masih dapat dijangkau, karena masih pada standar dan tidak terlalu berdampak pada stock beras atau gabah,” jelasnya saat ditemui di Kantornya, Senin (13/7).

Ia mencontohkan, sesuai dengan harga standar kualitas medium. Harganya Rp 7. 300 per Kg. Namun, harga beras dengan kualitas medium ini di pasar melonjak naik diatas Rp. 7.300 Ribu dari harga standar. Oleh karena itu, Bulog melakukan pembelian secara rafaksi yakni pembelian sesuai kualitas beras. “Kualitas beras inilah yang menentukan harga,” jelas pria asli Lombok ini.

Pihaknya juga, sekarang membeli beras dengan kualitas medium plus dengan harga Rp 7.600 per Kg, dan kualitas premium dengan harga Rp 8.500 per Kg. Sedangkan kualitas super, harganya Rp 9.000 hingga Rp 9.500 per Kg nya. “Tekhnik seperti ini dilakukan, agar penyerapan Bulog Sub Drive Bima meningkat,” katanya.

Dengan puncak panen pada bula April sampai bulan Mei 2015 lalu, tambahnya, harga dipasar tidak terlalu berdampak. Situasinya akan selalu aman, kalau dilihat kualitas harga beras medium Rp. 8.000 per Kg. Harga itu, masih dianggap standar normal.

“Untuk di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, tidak ada kenaikan harga yang signifikan,” tambahnya.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *