PKS Nilai SK Golkar AL untuk Pasangan Dinda – Dahlan, Siluman

Kabupaten Bima, Kahaba- Ketua DPD PKS Kabupaten Bima, Ilham Yusuf SH menilai SK rekomendasi yang diterbitkan DPP Partai Golkar Kubu Agung Laksono (AL) siluman. Partai Islam itu meragukan legalitas SK tersebut karena diterbitkan dalam waktu yang sangat singkat. (Baca. Wahyudin dan Dinda Islah di Injury Time)

Ilham Yusuf dan Wahyudin. Foto: Bin

Ilham Yusuf dan Wahyudin. Foto: Bin

Saat memberikan keterangan kepada Kahaba di Kantor KPU Kabupaten Bima, Selasa (28/7) malam, Ilham mengaku terkejut mendengar kabar Ketua DPD II Partai Golkar Kubu Agung Laksono, Wahyudin SAg, balik haluan menuju Kantor KPU, setelah beberapa menit bertolak dari kantor penyelenggara tersebut dan memberikan rekomendasi untuk kelengkapan berkas pendaftaran pencalonan pasangan Dinda – Dahlan. (Baca. Tim Penghubung Dinda – Dahlan Bawa SK Asli ke KPU)

“Saat itu kami kembali ke Markas PKS, ditengah jalan diberitahu Wahyudin kembali menuju KPU dan mendukung Dinda – Dahlan,” ujarnya.

Dalam waktu yang sangat singkat itu, ia mempertanyakan munculnya SK Baru dari Partai kubu Agung Laksono untuk pasangan Dinda – Dahlan. Keabsahannya pun sangat diragukan.

“Kalau tidak salah waktunya hanya 15 menit setelah kami keluar mendaftar dari Kantor KPU, ko’ cepat sekali SK nya diterbitkan. SK nya bisa dibilang siluman. Makanya kita kembali ke KPU sekarang untuk melihat SK tersebut,” katanya.

Sikap Wahyudin secara tiba – tiba berubah, membuat partai nya merasa dikhianati. Karena sejak awal sudah berkomitmen untuk mengusung pasangan Abbas – Wahyudin. “Jelas kami dikhianati dan ditipu oleh Wahyudin,” tegasnya.

Ditanya soal langkah yang akan ditempuh, pihaknya akan melaporkan sikap Wahyudin ke Polisi. “Insyaallah kami akan berkoordinasi dulu untuk melapor,” tutur pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Bima itu.

Di tempat berbeda, Ketua DPD II Partai Golkar Kubu Agung Laksono, Wahyudin SAg tidak mempermasalahkan penilaian Ilhan tentang SK dan dirinya yang mengambil sikap dukungan kepada pasangan Dinda – Dahlan.

“Pada prinsipnya saya menghargai pendapat Ilham. Melaporkan saya juga ke Polisi, itu hak dia. Tapi yang jelas saya merasa tidak pernah mengkhianatinya,” ujar Wahyudin saat ditemui dirumahnya.

Ia menjelaskan, setelah dirinya mendaftar di kantor KPU dan berkasnya dikembalikan. Kemudian dengan interval waktu yang sangat singkat, dan pihaknya tidak pernah melakukan komunikasi politik dengan partai lain, maka dirinya anggap sudah tidak ada peluang untuk memperbaiki kekurangan berkas tersebut.

“Jadi secara sehat dan wajar, saya pikir kami tidak berpeluang bisa bertahan dengan Koalisi PKS Golkar,” ucapnya.

Lanjut mantan Anggota DPRD Kabupaten Bima itu, dengan berakhirnya koalisi tersebut, dirinya sebagai Ketua Partai yang juga memiliki hak untuk mengambil sikap secara politik untuk bisa menyelamatkan Partainya untuk masuk menjadi peserta Pemilukada Kabupaten Bima.

“Saya juga tidak ingin Partai Golkar Kubu AL tidak masuk dalam Pemilukada Kabupaten Bima. Lagi pula Koalasi kami dengan PKS sudah tidak bisa dilanjutkan,” paparnya.

Menjawab sorotan Ilhan soal munculnya SK baru yang sangat singkat, yakni sekitar 15 menit. Wahyudin beralasan, pada saat berakhirnya konferensi pers di Media Centre KPU, jam sudah menunjukan pukul 14.15 Wita. Artinya masih ada sisa satu jam 45 menit, sebelum pendaftaran ditutup pada pukul 16.00 Wita.

Menurut dia, waktu yang tersisa itu cukup banyak dan sangat besar kemungkinan untuk dirinya membangun komunikasi politik dan menerima komunikasi politik dari partai lain.

“Jadi menurut saya, hanya beda sisi pandang soal waktu saja, dan pada waktu yang terus berjalan saya dihubungi orang DPP dan SK baru keluar kemudian diserahkan ke KPU Pusat,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *