Dewan Tuding PDAM Setengah Hati Layani Rakyat

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima, Najamudin menyorot kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bima. Perusahaan tersebut dinilainya tidak pernah serius membenahi pelayanan air bersih untuk rakyat.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Kami menilai pelayanan PDAM Bima setengah hati membenahi sistem. Keluhan soal air ini kerap terjadi setiap tahun,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Tahun ini pun, dirinya kerap kali menerima keluhan dari masyarakat, utamanya di Rasanae Timur. Masalah yang disampaikan pun itu – itu saja. Seperti pipa rusak, air tidak lancar, hingga air macet sama sekali.

“Anehnya, tidak ada pembenahan serius dari PDAM Bima untuk memperbaiki semua masalah tersebut,” sorotnya.

Menurut duta PKPI itu, yang dirugikan jelas masyarakat Kota Bima, karena pelanggan PDAM sebagian besar di Kota Bima, kendati PAD masuk ke Kabupaten Bima.

Karena masalah air merupakan hajat hidup orang banyak, Najamudin berjanji akan menyikapinya serius dengan memanggil PDAM Bima dalam waktu ini melalui Komisi II DPRD Kota Bima. Meski pemanggilan sudah bersifat lintas instansi pemerintahan, menurutnya itu tidak masalah karena PDAM berdomisili dan memanfaatkan sumber air di Kota Bima.

Sebagai bentuk upaya agar pengelolaan air lebih maksimal, Najamudin juga mendorong Pemerintah Kota Bima terus melalukan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Bima meminta pengelolaan PDAM Bima diserahkan ke kota. Dengan demikian, diyakininya pembenahan bisa dilakukan dengan baik dan kebutuhan air bersih masyarakat Kota Bima akan terpenuhi.

“Harapan besar kami PDAM segera dikelola Pemkot Bima karena kami sangat yakin kebutuhan dasar air mampu dipenuhi dengan beralihnya pengelolaan,” tandas dia.

Secara terpisah, Kepala Bidang Tehnis PDAM, H Maman yang dikonfirmasi, Selasa (4/8) siang membantah tidak melakukan upaya pembenahan terhadap sistem PDAM. Saat ini saja pihaknya sedang memperbaiki pipa yang rusak di Kelurahan Nungga supaya distribusi air bersih kepada pelanggan tidak terhambat.

Namun memang, disribusi air saat ini terkendala di beberapa kelurahan di Kota Bima. Mengingat debit air pada musim kemarau berkurang.

Alasan lainnya kata H Maman, mesin pompa air bantuan dari Pemerintah Kota Bima di beberapa kelurahan saat ini tidak berfungsi karena tidak ada air dari sumur untuk ditarik lantaran mengering. Meski demikian, upaya lain untuk tetap memenuhi kebutuhan air kepada pelanggan dengan pendistribusian menggunakan mobil tetap dilakukan.

Disinggung soal DPRD Kota Bima yang berencana untuk memanggil PDAM, H Maman mengaku, malah senang karena dengan begitu bisa menjelaskan kondisi sebenarnya di lapangan yang dihadapi PDAM sehingga semua pihak bisa mengetahuinya.

“Kita siap dipanggil dan pasti akan menghadirinya untuk memberikan penjelasan,” kata dia melalui telepon seluler.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *