Anggota DPD RI dan Babuju Gelar Bedah Pendapat

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPD RI Dapil NTB, Hj Rabiatul Adawiyah dan Komunitas Babuju dan, Selasa (4/8) menggelar dialog atau bedah pendapat tentang berbagai persoalan penting di Bima. Kegiatan di Villa Kosambo itu melibatkan sejumlah perwakilan Pemuda, Komunitas, LSM, Akademisi dan Tokoh Masyarakat Kota dan Kabupaten Bima.

Bedah pendapat Anggota DPD RI Dapil NTB. Foto: Erde

Bedah pendapat Anggota DPD RI Dapil NTB. Foto: Erde

Meski berlangsung singkat, pertemuan yang mengusung tema “Mari Membangun Bima Dari Desa, Dari Desa Bima Dibangun” itu berlangsung penuh hangat dan kekeluargaan. Kesempatan bersama tokoh asal Pulau Lombok itu tidak disia-siakan para peserta dialog untuk menyampaikan berbagai aspirasi.

Akademisi STKIP Taman Siswa Bima, Damhuji mengemukankan isu keamanan yang selalu menjadi persoalan di Desa. Menurutnya, persoalan keamanan di Bima perlu menjadi perhatian serius DPD RI untuk ditangani. Ia mengusulkan ada program Desa percontohan di Bima, misalnya Desa yang aman dan terbebas dari konflik sosial. Sehingga Desa tersebut bisa menjadi magnet dan contoh untuk ditularkan pada Desa lainnya.

Berbagai persoalan tentang desa juga disampaikan peserta lainnya. Mulai dari pelayanan desa yang masih berbelit-belit, pengurusan administrasi yang selalu menggunakan uang, tidak transparannya anggaran desa, kurangnya sinergi antara BPD dan Pemerintah Desa, tidak profesionalnya aparat desa, bantuan yang tidak tepat sasaran, jabatan pelaksana tugas Kepala Desa yang diserahkan kepada orang tidak tepat, hingga perhatian pemerintah untuk para pemuda dalam meningkatkan ketrampilannya.

Ada juga yang meminta dukungan dari DPD RI untuk proyek pembuatan bio gas dari sampah organik ramah lingkungan di Kota Bima. “Kami punya impian di Kota Bima ini ada satu kawasan khusus sebagai kawasan percontohan pengembangan bio gas yang telah kami uji di perguruan tinggi. Hal itu sangat selaras dengan niat Kota Bima untuk menjadi daerah Adipura ke depannya. Karena itu kami harapkan dukungan dari DPD RI agar rencana itu bisa terwujud,” jelas Syaifullah, Pengurus DPD KNPI Kota Bima.

Menanggapi aspirasi itu, Hj Rabiatul Adawiyah mengaku, berbagai isu dan persoalan di desa memang menjadi konsen dirinya yang kebetulan berada di Komite II DPD RI. Hal itu seiring dengan niatnya untuk mewujudkan desa percontohan di Bima. Hanya saja, perlu ada kesepakatan semua pihak desa percontohan yang ingin diwujudkan lebih khususnya untuk isu apa.

Semua aspirasi yang disampaikan peserta dialog katanya, tetap akan diakomodir untuk diperjuangkan. Meski sebagian ada aspirasi yang bukan ranahnya, Ia berjanji tetap akan ditindaklanjuti dengan mengarahkannya pada komite lain. Beberapa aspirasi yang bisa diselesaikan ditingkat daerah tentu akan dipilah dan diupayakan dicari solusi secepatnya dengan berkoordinasi ke pihak terkait. Sehingga tidak semua aspirasi dibawa ke pusat, melainkan masalah yang urgen menyangkut daerah dan prioritas saja.

“DPD memang beda dengan DPR yang punya dana aspirasi, bisa mengupayakan program fisik, tapi DPD bisa menfasilitasi dengan pihak terkait. Pengalaman itu kami lakukan selama berkunjung ke berbagai daerah di NTB. Insha Allah, untuk program yang diusulkan kami silahkan siapkan proposalnya agar bisa kami perjuangkan,” ujarnya.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *