Dikritik Dewan, Panwaslu Sangat Berterimakasih

Kabupaten Bima, Kahaba.- Komisioner Panwaslu Kabupaten Bima Junaidin, SPd mengaku sangat berterimakasih karena telah dikritik oleh Wakil Rakyat soal kinerjanya sebagai penyelenggara Pemilu. (Baca. Dewan Nilai Panwaslu Belum Maksimal Awasi PNS)

Komisioner Panwaslu Kabupaten Bima, Junaidin SPd

Komisioner Panwaslu Kabupaten Bima, Junaidin SPd

“Kritik itu biasa, kita anggap sebagai cambuk untuk motivasi dan tantangan dalam menjalankan aktifitas pengawasan kita. Kita sangat berterimakasih,” ujarnya, Rabu (12/8).

Tapi, kata dia, pihaknya perlu menegaskan bahwa, tidak ada istilah tebang pilih atau memanggil PNS yang mendukung pasangan calon tertentu. Karena yang dikeluarkan Rekomendasi sebelumnya, tidak saja oknum PNS yang hadir atau ikut pada salah satu calon, tapi juga ada pada calon lain, meski jumlahnya berbeda, antara calon yang satu dengan yang lainnya.

“Kami merasa yang telah kami lakukan kemarin sudah berdasarkan aturan yang berlaku, juga tidak tebang pilih,” katanya.

Menurut pria yang biasa disapa Joe itu, jika ada pelanggaran yang terlihat oleh oleh orang diluar pengawasan pihaknya, setidaknya itu disampaikan, agar bisa ditindaklanjuti. Tapi laporan itu juga harus dibarengi dengan bukti, minimal Foto.

“Tidak mungkin kami memproses laporan yang hanya bersifat informasi dan dugaan-dugaan, harus dibuktikan dengan valid, minimal foto,” sarannya.

Karena, sambungnya, semua memiliki hak untuk mengawasi. Itu sebabnya, kenapa selama ini Panwaslu selalu menggaungkan ke media massa, agar masyarakat terlibat sebagai pengawas partisipatif dan pihaknya membutuhkan itu.

Sekali lagi, Ia menegaskan, kritik dewan itu merupakan asupan untuk pihaknya bergairah dalam menjalankan tugas pengawasan. Yang disampaikan Dewan tersebut juga sesuatu yang bermanfaat dan bernilai bagi Panwaslu untuk melaksanakan pemilu yang Luber dan Jurdil.

“Tanpa adanya sorotan seperti itu juga, akan ada kealpaan bagi kami. Saling mengingatkan itu sangat penting. Karena mata kami juga sangat terbatas. Jadi pada prinsipnya kami tetap menghormati kritikan tersebut,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *