Meliput, Wartawan TVRI Diancam Wakasek SMA 2 Woha

Kabupaten Bima, Kahaba.- Andre, Wartawan TVRI Biro Bima yang sedang melaksanakan tugas jurnalisnya di SMA 2 Woha, justeru mendapat perlakuan buruk dari Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) setempat.

Ilustrasi

Ilustrasi

Modus pengancaman yang dilakukan Wakasek SMA 2 Woha Nasir SP.d, terhadap pria berbadan subur itu dengan menelpon sejumlah premannya agar menunggu Andre di jembatan Tente Kecamatan Woha, untuk di hakimi.

Parahnya, ancaman yang dilakukan Wakasek tersebut justeru terjadi di ruangan dan dihadapan Kepala Sekolah setempat.

Menurut Andre, seorang bahasa ancaman itu dilontarkan Wakasek tersebut saat dirinya datang hendak mengkonfirmasi berita pengunduran diri salah seorang operator Dapodik, sekaligus tidak dibayarkan honor yang dikerjakan beberapa bulan yang lalu.

Padahal dirinya datang baik – baik untuk konfirmasi berita, biar berimbang. Tapi Wakasek malah hadir menunjuk dirinya dan mengeluarkan kata – kata yang tidak mencerminkan seorang pendidik.

“Wakasek menelpon preman agar menunggu saya pulang untuk hakimi. Bahasa ancaman itu terjadi di depan Kepala Sekolah SMA 2 Woha. Kalian tunggu saja di jembatan, dia masih ada di sekolah,” tutur Andre meniru kalimat Nasir.

Karena tidak terima dirinya diperlakukan seperti itu, kata dia, ia pun naik pitam dan kembali menunjuk Wakasek tersebut. Ketegangan pun tak bisa dihindari. Beruntung beberapa guru lain meredam keadaan. “Saya nyaris di pukul oleh oknum Wakasek tersebut, tapi banyak guru guru lainya yang melerai,” ceritanya.

Ia menyesalkan sikap seorang pendidik seperti itu. Bukannya meladeni dengan baik, malah menunjukan sikap arogansinya sebagai panutan bagi siswa. “Saya sebenarnya tidak ada urusan dengan orang itu (Wakasek), urusan saya dengan Kepala Sekolah, untuk konfirmasi berita,” tuturnya.

Merasa dilecehkan, Andre berencana akan melaporkan Wakasek tersebut ke Polisi, agar ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. “Saya ini wartawan, tugas saya mencari berita sesuai UU. Siapapun yang mengahalang – halangi kami mencari berita, bisa di pidana,” tegasnya.

Sementara itu, Kepsek SMA 2 Woha, M. Yusuf SE saat dihubungi mengatakan masalah tersebut sudah selesai dan damai. “Tidak ada masalah, hanya miskomunikasi,” terangnya.

Ditanya soal pegawai yang undurkan diri, ia mengaku guru tersebut memang mengundurkan diri karena ingin konsentrasi bertani.

“Kita juga sudah panggil Wakasek untuk diberikan pembinaan. Ini hanya reaksi spontan dari Wakasek,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *