Utang di Rentenir, Rekening Sertifikasi Guru Diblokir

Kota Bima, Kahaba.- Karena masih berurusan utang piutang di Rentenir, rekening tunjangan sertifikasi triwulan kedua Tahun 2015 milik empat orang guru diblokir pejabat Dinas Dikpora Kota Bima.

Ilustrasi

Ilustrasi

Pemblokiran itu dilakukan, setelah Rentenir melaporkan ke kantor Dinas Dikpora soal utang yang tak kunjung dikembalikan oleh JAN Guru SDN 07 Kota Bima, SUD Guru 56 Kota Bima, ST guru SDN 71 Kota Bima dan RUK guru SDN 19 Kota Bima.

Merasa dirugikan, empat orang guru dimaksud, Selasa (18/8) mendatangi dinas Dikpora dan mempertanyakan tentang intervensi pejabat Dinas dalam urusan pribadi mereka. Terlebih pembelokiran itu dilakukan tanpa sepengetahuan mereka.

Menurut JAN, kedatangan mereka mempertanyakan maksud pejabat Dinas Dikpora memblokir rekening tersebut. Karena mereka bukan tidak ingin membayar, tapi uang saat itu belum masuk ke rekening masing masing.

“Uang baru ditransfer pada tanggal 14 Agustus lalu, sementara rekening kami di blokir pertanggal 3 Agustus. Dan kami tetap membayar sesuai dengan kesepakatan saat sertifikasi cair,” kesalnya.

JAN mengakui, pinjam uang di Rentenir sebesar Rp 6 juta, sementara tiga rekannya meminjam uang dalam jumlah bervariasi. Untuk dirinya, bunga pinjaman baru sekali dibelum dibayarkan.

“Intinya tetap kami bayarkan, tapi yang kami tanya apa kewenangan Dinas memblokir rekening kami,” tanyanya.

Di tempat berbeda, Kabid Dikdas Taufikurrahman, SPd mengaku, berdasarkan informasi dari pejabat setempat, pemblokiran lantaran dilaporkan oleh rentenir soal pinjaman empat guru yang belum dibayarkan. Sehingga Dinas mencarikan solusi dengan memblokir sementara rekening tersebut.

“Tapi empat guru dan rentenir sudah dipertemukan di Dinas. Menyepakati akan membayar pinjaman ke rentenir, apabila rekening tersebut dibuka kembali,” tuturnya.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, kata dia, Pejabat Dinas Dikpora dan empat guru serta rentenir sudah ke Bank, untuk mencairkan uang sertifikasi dan rencanya akan langsung dibayar.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *