Klarifikasi Warga Batal Naik Haji, Dewan Panggil Kemenag

Kota Bima, Kahaba.- Gagalnya 12 orang warga Kota Bima berangkat naik haji juga menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Bima. Setelah mengetahui di sejumlah pemberitaan media massa, dalam waktu dekat Komisi I yang juga membidangi masalah haji agendakan pemanggilan pihak Kemenag Kota Bima. (Baca. Gagal Naik Haji, 12 CJH Cadangan Protes)

Anggota Komisi I DPRD Kota Bima H. Ridwan Mustakim. Foto: Bin

Anggota Komisi I DPRD Kota Bima H. Ridwan Mustakim. Foto: Bin

Anggota Komisi I DPRD Kota Bima H. Ridwan Mustakim mengaku, setelah mengetahui persoalan tersebut, pihaknya sudah membicarakannya dengan Ketua Komisi I untuk mengagendakan pemanggilan Kemenag, terutama Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh. (Baca. Keberangkatan Haji Ditunda, CJH Pingsan dan Dilarikan ke RSUD)

“Insyallah dalam waktu dekat kita panggil. Semoga saja tidak ada halangan, biar ada kejelasan nasib CJH yang batal berangkat, baik untuk tahun ini maupun tahun mendatang,” katanya, Rabu (19/8).

Menurut dia, dari awal mestinya Kemenag memberikan sinyal soal tidak berangkatnya CJH Cadangan, bukannya malah dimasukan dalam daftar keberangkatan, diberi bimbingan manasik haji dan diberi kelengkapan haji, kemudian secara tiba – tiba dibatalkan. (Baca. Merasa Didzolimi, CJH Mengadu ke Dewan)

“Siapapun tentu akan merasa kecewa dengan kebijakan pembatalan ini. Kasihan CJH yang batal berangkat, mereka sudah keluar uang banyak untuk mengadakan doa,” ujarnya.

Nanti, menurut H. Ridwan, pihaknya akan menanyakan sebab tidak berangkatnya 12 CJH tersebut, terutama masalah aturan yang katanya dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, dan merugikan rakyat yang ada di daerah. “Ini yang ingin kita tahu betul, seperti apa bunyi aturannya,” ucap Duta Partai Demokrat itu.

Ditambahkannya, ia sangat menyayangkan pembatalan tersebut dan berharap Tahun depan tidak terjadi kembali. “Kalau bisa nanti kita minta yang gagal berangkat diprioritaskan untuk berangkat Tahun depan,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *