Pemkab Bima Akan Cetak 1000 Hektar Sawah Baru

Kabupaten Bima, Kahaba.- Untuk mendukung program Swasembada pangan nasional, Pemerintah Kabupaten Bima bersama Kementerian Pertanian RI dan TNI menggelar Rapat Koordinasi dalam rangka pencetakan sawah baru di Kabupaten Bima Kamis, (20/8) di Aula Kantor Bupati Bima.

Foto Bersama setelah rapat koordinasi cetak sawah baru. Foto: Hum

Foto Bersama setelah rapat koordinasi cetak sawah baru. Foto: Hum

Rapat dihadiri oleh Sekteraris Daerah Kabupaten Bima Drs. H.M. Taufik HAK, M.Si, Kasubid Optimasi Rehabilitasi dan Konserfasi Lahan Kementerian Pertanian RI Ir. Yandri Ali, MM, Kepala Pelaksana lapangan Kolonel Ita Jayadi, Dandim 1608 Bima Letkol (Arh). Edy Nugroho, S.Sos, Babinsa dan Kepala SKPD rumpun hijau.

Sekda Kabupaten Bima Drs. HM. Taufik HAK, M.Si menjelaskan Program pembangunan pertanian di Kabupaten Bima selalu menjadi prioritas. Hal tersebut dapat dilihat dari RPJMD Kabupaten Bima sejak beberapa periode sebelumnya hingga sekarang, bahkan yang akan datang selalu memprioritaskan program pembangunan.

“Diprioritaskannya pembangunan pertanian di Kabupaten Bima karena masyarakat Kabupaten Bima sebagian besar merupakan masyarakat agraris. Alasan selanjutnya pertumbuhan ekonomi didorong oleh pertanian. Alasan lainnya adalah Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bima 59 persen bersumber dari sektor pertanian,” kata Sekda melalui siaran Pers yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima M. Chandra Kusuma, AP.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bima Ir. Muhammad Tayeb mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bima akan mencetak sawah baru seluas 1.000 hektar yang tersebar pada sembilan Kecamatan yang ada, guna mendukung program peningkatan beras nasional.

“Cetak sawah baru di Kabupaten Bima atas bantuan Kementrian Pertanian RI dan TNI, itu juga sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mempertahankan Kabupaten Bima sebagai daerah lumbung padi di Provinsi NTB,” ujarnya.

Cetak sawah baru akan dimulai digarap hari ini, juga dan menargetkan akan selesai pada bulan September mendatang. Sehingga bisa langsung dimanfaatkan oleh para petani sesuai dengan instruksi Menteri Pertanian RI DR. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP.

“Diharapkan dengan lahan baru tersebut produktivitas akan maksimal karena merupakan lahan baru dibuka, salah satunya kadar keasaman yang masih tinggi sehingga mempengaruhi produktivitas padi,” tuturnya.

Sementara Kasubid Optimasi Rehabilitasi dan Konserfasi Lahan Kementrian Pertanian RI Ir. Yandri Ali, MM mengatakan kegiatan pencetakan sawah baru merupakan bagian dari program 9 Nawacita Presiden RI Joko Widodo yakni mencetak 23 ribu sampai 50 ribu Ha dalam waktu 120 hari ke depan.

Apabila pencetakan sawah baru ini mampu dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditargetkan maka, Pemerintah akan memberikan bantuan bibit dan pupuk untuk ditanami pada lahan baru tersebut.

Selanjutnya Kepala Pelaksana Lapangan Kolonel Ita Jayadi mengatakan, masalah ketahanan pangan merupakan salah satu dari unsur ketahanan nasional yang dikaitkan dengan ketahanan ekonomi maupun ketahanan sosial budaya  bahkan dapat masuk pada ketahanan bidang pertahanan dan keamanan.

Guna meningkatkan ketahanan pangan di Provinsi NTB pihaknya meningkatkan program  rmelalui intensifikasi, ekstensifikasi maupun pelatihan yang diprogramkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Dalam rangka ketahanan pangan saya mengajak seluruh prajurit  di wilayah, instansi terkait, para petani dan kelompok tani agar bersatu padu untuk menyukseskan program pencetakan sawah dan peningkatan ketahanan pangan. Hal  ini merupakan wujud tanggung jawab kita bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *