Maut Di Arena Balapan Liar Ama Hami

Kota Bima, Kahaba.- Balapan liar di kawasan Pantai Ama Hami berujung dengan tragedi maut yang menimpa Bambang Siswanto (16), siswa SMP Negeri 8 Kota Bima.

Ilustrasi

Dari penuturan keluarganya, Abdul Wahid, S.Sos, kematian Bambang terjadi di kawasan jalur pantai Ama Hami, sekitar pukul 02.30 Wita, Minggu, 20 Mei 2012, saat menghindar dari pembubaran polisi ketika menonton balapan liar itu.

Dari cerita rekan Bambang (Ebi, red), Wahid menirukan, malam itu, Bambang sedang menonton balapan liar. Tiba-tiba ada razia dan pembubaran dari aparat kepolisian. Seketika itupun, Bambang melarikan motornya ke arah selatan hingga menabrak tiang listrik di tikungan depan kantor minuman bersoda ternama itu. Wahid menduga, Bambang melarikan motornya bersama teman-temannya dengan kecepatan tinggi, lantaran ada yang mengejarnya dari belakang, kemungkinan itu polisi.

“Bambang sempat dilarikan di Puskesmas Paruga, namun nyawanya tak tertolong lagi. Almarhum adalah anak satu-satunya dari H. Usman. Orang tuanya sangat terpukul atas kepergian Bambang. Dan pihak keluarga akan menelusuri kematian Bambang, yang diduga bukan karena kecelakaan lalu lintas biasa. Almarhum pun baru saja selesai mengikuti UN beberapa waktu yang lalu,” jelas Wahid.

Di tempat terpisah, Kasat Lantas Polres Bima Kota, IPTU. Indra AP Putra yang ditemui Kahaba di kantornya menjelaskan, kasus kematian Bambang masih diproses. Dari dua orang saksi yang melihat kejadian tersebut, sudah kami mintai keterangan. Sementara ini, belum dapat kami simpulkan, karena keterangan saksi tidak langsung berada di dekat kejadian.

“Seusai pemeriksaan, Polisi akan menyampaikan ke pihak keluarga sebab-musabab kecelakaan maut tersebut,” ujar Indra, Senin, 21 Mei 2012. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *