Di Bima, Iwan Fals tak Ingin Diperlakukan Istimewa

Kahaba, Kota Bima.- Maestro Musik Indonesia, Iwan Fals dipastikan akan mengguncang Kota Bima pada Tanggal 27 September 2015 mendatang. Panitia dari Event Organizer (EO) Pink Studio telah berkoordinasi dengan pihak keamanan. (Baca. September, Iwan Fals and Band ‘Guncang’ Kota Bima)

Direktur Event Manager Pink Studio, Alif Tahbrani. Foto Bin

Direktur Event Manager Pink Studio, Alif Tahbrani. Foto Bin

Namun selama konser, areal dalam dan luar sekitar Stadion Manggemaci akan dijaga Kepolisian, Brimob dan TNI dengan total sekitar 500 personil. Tapi , ada satu permintaan pelantun Lagu Bongkar ini kepada Panitia Penyelenggara. Ia tak ingin diperlakukan istimewa dan pengamanan di ring satu sekitar panggung dijaga Aparat Keamanan. (Baca. Konser Iwan Fals, Pink Studio Libatkan Fans)

“Iwan Fals melalui manajemennya memang meminta agar di areal ring satu tak dijaga sama Polisi, tapi justru para pemuda Kota Bima yang ditempatkan khusus. Terkait hal itu, kita sudah koordinasi dengan para tokoh pemuda sejumlah kelurahan. Nanti akan ada briffing bagaimana tehnis pengamanannya,” terang Direktur Event Manager Pink Studio, Alif Thabrani, Selasa (2/9) pagi.

Alif mengaku, selama berada di Kota Bima nanti Sang Musisi Legendaris juga tak ingin diperlakukan istimewa. Iwan Fals ingin terlihat seperti masyarakat biasa. Termasuk usai konser, Ia ingin berkunjung ke beberapa tempat di Kota Bima tanpa pengawalan dan tanpa setingan dari panitia.

“Iwan Fals ingin semuanya mengalir begitu saja dan tidak lebay dengan pengamanan. Kalau pun ada masyarakat yang melihat dan mendatangi, tidak masalah dan dibiarkan begitu saja. Hal itu di luar tanggung jawab EO,” tutur Alif.

Terkecuali saat agenda Meet and Greet dengan Fans lanjutnya, semua diatur EO karena tertuang dalam kontrak. Pada momen itu, Iwan Fals justru tak boleh asal disentuh karena sudah diasuransi.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *