Camat Woha: Saya Hanya Menghargai Euforia Masyarakat

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pasca dipanggil untuk melakukan klarifikasi soal indikasi keterlibatannya dalam politik praktis, Camat Woha, Drs. Dahlan mengaku dirinya terjebak dalam suasana kampanye saat acara penutupasepakbola yang dihadiri pasangan DINDA. (Baca. Camat Woha Terlibat Politik Praktis)

Camat Woha yang mengenakan topi putih sedang mengangkat tangan tanda nomor urut pasangan DINDA.

Camat Woha yang mengenakan topi putih sedang mengangkat tangan tanda nomor urut pasangan DINDA.

Diceritakannya, ia sebelumnya diundang oleh Karang Taruna Desa Risa untuk menghadiri acara penyerahan hadiah sepak bola tersebut. Memasuki massa pembagian hadiah, tiba-tiba hadir pasangan calon DINDA.

“Saya tidak tahu ada kehadiran salah satu pasangan calon,” ujarnya, Jumat (4/9).

Karena kadung berada dalam kegiatan tersebut, dirinya pun harus menghargai euforia dan kebahagian masyarakat saat itu. Dirinya pun mengaku, berikutnya jika ada pasangan calon lain yang berkampanye di wilayahnya, akan memperlakukan dengan cara yang sama.

“Mengangkat jari saat itu juga semata-semata untuk menghargai keadaan saat itu. Saya ini PNS dan saya tahu batasan dan larangan yang mengikat pada diri saya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panwascam Kecamatan Woha, Rusli mengaku telah mengundang Camat Woha dan mengklarifikasi hal ini. “Memang saat itu tidak ada jadwal kampanye pasangan DINDA. Mereka hanya diundang oleh Karang Taruna Desa Risa,” jelas Rusli.

Dan hasil klarifikasi, sambung Rusli, Camat memang membantah telah berpolitik praktis. Saat itu pihaknya ada di lokasi. “Memang semua terjadi seperti tidak direncanakan. Namun, hal ini masih dalam kajian. Dalam waktu dekat laporan tertulis dari kami akan segera di sampaikan ke Panwaslu Kabupaten Bima,” tambahnya.
*Agma

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *