Tinggalkan Kampanye, Khayir Memilih ke Tanah Suci

Kabupaten Bima, Kahaba.- Calon Bupati Bima Nomor Urut 1 Abdul Khayir hari ini berangkat menunaikan Rukun Islam ke lima, menunaikan ibadah haji. Keberangkatannya diantar ratusan keluarga dan pendukungnya di Bandara Sultan Muhamma Salahuddin Bima, Minggu (6/9).

Abdul Khayir bersama dengan pendukungnya di Bandara. Foto: Bin

Abdul Khayir bersama dengan pendukungnya di Bandara. Foto: Bin

Isak tangis mewarnai keberangkatan Calon Bupati Bima dari jalur Perseorangan tersebut. Orang berdatangan dan memberikan ucapan serta pelukan hangat.

Khayir kepada Kahaba mengatakan, keberangkatan Haji tahun ini bukan nazar setelah masuk menjadi kontestan Pemilukada. Tapi memang jadwal menurut Daftar Haji. “Alhamdulillah saya dipanggil tahun ini ke Tanah Suci , kebetulan saja pas dengan agenda Pemilukada,” ujarnya.

Kata dia, jika menurut hitungan manusia, meninggalkan jadwal kampanye mungkin rugi. Tapi menurut hitungan Allah SWT tidak seperti itu, karena ada Allah SWT yang akan bersama H. Hamid (Bakal Calon Wakil Bupati Bima) untuk kampanye sebulan lebih.

“Saya Insya Allah lebih memilih untuk memenuhi panggilan Allah, ini lebih penting. Pemilukada urusan dunia,” katanya.

Mengenai jadwal kampanye selama dirinya di Tanah Suci, sambungnya, akan tetap terlaksana dengan baik. H. Hamid bersama tim akan tunaikan sosialisasi dan kampanye sesuai jadwal yang ditetapkan oleh KPU Kabupaten Bima. “Insya Allah semua akan Solid. Mesin politik juga akan bekerja seperti biasa,” tuturnya.

Abdul Khayir berjabat tangan dengan pendukungnya sebelum berangkat di Bandara. Foto: Bin

Abdul Khayir berjabat tangan dengan pendukungnya sebelum berangkat di Bandara. Foto: Bin

Ditanya harapan apa yang nanti akan dipanjat di Rumah Allah SWT, Khayir mengaku di sana dirinya akan menjalankan proses haji seperti biasa dan meminta agar menjadi haji mabrur. Termasuk semua persoalan hidup akan dilaporkan kepada Allah SWT.

“Juga kesuksesan dan keselamatan menjadi pemenang dalam Pemilukada ini,” ucapnya dengan senyum.

Ia menambahkan, Kalau ada Peraturan Pemerintah yang memperbolehkan dirinya pulang duluan, ia akan lebih awal dari Jemaah Haji lain. Jika tidak, maka dirinya tetap istiqomah menjalankan aturan haji sesuai jadwal.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *