Wawali Bima Buka Workshop Kota Tangguh

Kota Bima, Kahaba.-  Membangun Kota yang tangguh menghadapi bencana pada hakikatnya mengimplementasikan konsep pengurangan resiko bencana, baik resiko kepada manusia, maupun lingkungan. Kegiatan tersebut tidak semata mata menjadi tugas pemerintah, karena bencana bukan saja  persoalan lokal, atau nasional, tetapi persoalan  global.

Ilustrasi

Ilustrasi

Menuju Kota Tangguh berbagai persiapan dilakukan oleh Kota Bima, melalui kerjasama BNPB dan BPBD. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan Workshop Kota Tangguh yang dibuka langsung oleh Wakil Walikota (Wawali) Bima H. A. Rahman H. Abidin Senin (7/9) di Aula Kantor Walikota Bima.

Acara tersebut dihadiri pula oleh Direktur Pengurangan Resiko Bencana Dr. Raditya Jati, Kasdin 1608 Bima, Wakapolres Bima, Kepala SKPD Lingkup Pemerintah Kota Bima dan BUMN/BUMD.

Dalam pemaparannya, Dr. Raditya Jati menyampaikan ancaman-ancaman terhadap peradaban kota selalu tidak bisa dipisahkan dari perjalanannya, khususnya bencana alam. Indonesia adalah salah satu contoh terbaiknya. Betapa berbagai bencana seperti tak henti-hentinya mendera negeri ini.

Misalnya kebakaran hutan dan kabut asap, banjir, dan gunung meletus. Dampak dari bencanapun datang dari segala sisi, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya.

Kota sebagai jantung kehidupan sebuah negara pun turut tidak luput dalam pusaran bencana ini. Menyadari hal itu, pada satu dekade terakhir ini timbul kesadaran dari para pemangku kebijakan, untuk mencari suatu paradigma dan perspektif berpikir baru mengenai kebencanaan.

“Oleh karenanya Kota Tangguh ini menjadi salah satu pilot project yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan kebencanaan ini, dan Kota Bima terpilih didalamnya,” ujarnya melalui siaran pers yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Ihya Ghazali.

Rekomendasi yang objektif yang didapatkan dari workshop menjadi acuan yang sangat penting guna keberhalisan pilot project ini. Partisipasi dari peserta workshop ini menjadi benting guna mengetahui kondisi, kekurangan dan sarana dan prasarana apa saja yang diperlukan untuk mendukung keberhasilan Kota Tangguh

Wawali Bima dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi dan terimakasih kepada BNPB yang telah memberikan perhatian khusus kepada Kota Bima. Ucapan terimakasih dan penghargaan juga disampaikan kepada OXFAM yang telah menjadi mitra kerja dalam mengurangi risiko bencana di Kota Bima, juga atas kontribusi secara khusus mendukung Kota Bima menjadi Kota Tangguh.

Dipujinya pula BPBD Kota Bima atas kerja keras melakukan koordinasi dan komunikasi yang baik sehingga Kota Bima terpilih diantara ratusan Kota lainnya di Indonesia menjadi pilot project Kota Tangguh. Diharapkannya pula keberhasilan BPBD ini dapat diikuti oleh SKPD lainnya.

“Kota Bima menjadi salah satu Kota pilot project Kota Tangguh, ini tentu menjadi kebanggaan kita bersama. Oleh karenanya dukungan dari seluruh komponen sangat diharapkan untuk mensukseskan kegiatan ini,” katanya.

Kepala BPBD Kota Bima H. Fakhrunraji menembahkan, kegiatan Workshop ini dilaksanakan selama tiga hari, sejak tanggal 7 September sampai dengan tanggal 9 September 2015 di Hotel Camelia.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *