Warga Bajo Pertanyakan Penggunaan ADD yang tak Transparan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Warga Desa Bajo Kecamatan Soromandi mempertanyakan sikap kepala Desa setempat yang terkesan menutupi penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD). Padahal, sebelum anggaran tersebut digunakan, Kepala Desa terlebih dahulu memusyawarahkan dengan seluruh elemen masyarakat.

Ilustrasi

Ilustrasi

Menurut salah seorang warga, AD sebelum pembangunan maupun pemberian bantuan kepada masyarakat melalui ADD. Kepala Desa harus duduk bersama masyarakat, guna mensosialisasikannya, sehingga tidak muncul asumsi negatif dikemudian hari.

“Mulai dari pemberian bantuan mesin ketinting, sampai pembangunan pagar kantor Desa. Kepala Desa Bajo tidak pernah mensosialisasikan ke masyarakat,” sorot pria yang tidak ingin nama lengkapnya disebutkan itu, Sabtu (5/9) lalu.

Kata dia, tidak adanya sosialisasi tersebut, masyarakat Desa Bajo merasa bahwa segala program pembangunan Desa terkesan menjadi tugas Kades dan aparat setempat. Sedangkan masyarakat hanya menjadi penonton.

“Dimana fungsi masyarakat yang mestinya harus dilibatkan. Kami sebagai masyarakat tidak menuntut apa-apa, hanya saja ingin Kades terbuka tentang jumlah ADD yang diterima Desa Bajo. Dan sistem penggunaannya seperti apa, karena hampir semua masyarakat tidak tahu,” bebernya.

Padahal, saat pejabat Bupati Bima H. Bacharudin hadir dalam pencanangan kegiatan BBGRM di Desa Bajo Rabu (26/8) lalu. Menekankan bahwa penggunaan anggaran ADD sebaiknya diutamakan untuk kepentingan pembangunan ekonomi masyarakat sebanyak 70 persen, sedangkan untuk operasional Desa 30 persen saja.

Bahkan pejabat bupati menegaskan, bahwa setiap pelaksanaan program pembangunan desa, sebaiknya disosialisaikan terlebih dahulu dengan masyarakat, agar tidak menjadi gejolak di kemudian hari.

“Sampai saat ini, masyarakat secara umum tidak pernah diberitahukan dan dilibatkan setiap ada kegiatan,” tambahnya.

Mewakili masyarakat, AD ingin Kepala Desa terbuka dan transparan. Tidak terkesan sembunyi, sehingga masyarakat tidak mengansumsi hal yang kurang baik.

Sementara itu, Kepala Desa Bajo A. Karim yang dikonfirmasi via HP belum menjawab panggilan, di kirim via sms pun tidak pernah membalas.

*Al

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *